Pojok Jogja

Walhi DIY Kembali Suarakan Bahaya Penggunaan Styrofoam

POJOKJOGJA – Larangan penggunaan styrofoam kembali dilayangkan pihak Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Utamanya penggunaan styrofoam untuk kemasan makanan atau minuman, sebab berdampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan.

Direktur Walhi DIY Halik Sandera menngatakan, larangan ini seharusnya diberlakukan secara nasional. Tidak hanya pada wilayah tertentu saja.

“Pemerintah harus tegas dengan larangan ini, harus lebih dipertegas secara terpusat,” ungkapnya, Selasa, 11 Oktober 2017.

Ia menyatakan, hingga saat ini aturan larangan penggunaan styrofoam masih diterapkan secara parsial dari sisi hilir di daerah-daerah tertentu.

“Pelarangan seamacam itu, tidak efektif memutus mata rantai penggunaan styrofoam di seluruh wilayah Indonesia,” bebernya.

Menurutnya, tanpa larangan dari hulunya maka penggunaan styrofoam masih tidak bisa dihentikan. Banyak dampak negatif kata Balik dengan penggunaan styrofoam ini.

Salah satunya bisa menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker, sebab kandungan zat benzena ada pada styrofoam tersebut.

“Sementara untuk lingkungan, styrofoam memberikan kontribusi terhadap pencemaran lingkungan, karena sifatnya yang tidak bisa terurai,” terang Halik.

Ia menyebutkan, seluruh jenis-jenis styrofoam berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Tidak ada yang aman.

Ia juga meminta kepada pemerintah untuk mendorong perusahaan melakukan evaluasi dan berbenah agar mampu menghasilkan produk dengan kemasan yang ramah lingkungan.

Lebih lanjut Balik menjelaskan, selain penggunaan styrofoam, masih banyak produk yang beredar dengan kemasan plastik berlapis-lapis.

“Produk-produk itu pada akhirnya makin mencemari lingkungan tanpa pengelolaan sampah yang tepat,” terangnya.

(dien)