Aneh

Unik! Penduduk Dilarang Meninggalkan dan Melahirkan Di Kota Ini

POJOKJOGJA – Kematian menjadi hal yang tak dapat dielak di dunia ini, begitu pun dengan kelahiran. Ada yang lahir ada pula yang meninggal. Hal tersebut telah mutlak terjadi. Karenanya, kehadiran rumah sakit, rumah bersalin, dan lokasi makam di sebuah kota, menjadi sebuah kewajaran.

Lalu apa jadinya, jika di sebuah kota menerapkan aturan yang sedikit ‘aneh’ terhadap penduduknya? Ialah kota Longyearbyen yang melarang penduduknya meninggal dan melahirkan.

Kota Longyearbyen merupakan kota yang terletak di Kepulauan Svalbard. Kota yang berada di sudut utara Norwegia ini tidak begitu diketahui, karena terpisah dari daratan utama Eropa.

Lokasinya berbatasan langsung dengan Samudera Arktik dan Lingkar Kutub Utara. Tidak heran jika, Longyearbyen menjadi salah satu pulau terpencil di dunia.

Alasan mengapa larangan wanita untuk melahirkan di kota ini, ialah karena fasilitas kesehatan yang tidak memadai. Di kota ini, hanya ada satu rumah sakit, itu pun dengan fasilitas yang sangat terbatas. Karenanya, setiap wanita yang akan melahirkan, dilarikan ke Osio, ibukota Norwegia.

Kedua, alasan mengapa penduduknya dilarang meninggal ialah karena hal tersebut melanggar hukum. Loh kok bisa?

Longyearbyen merupakan tempat yang bebas kuburan. Larangan adanya kuburan tersebut merupakan peraturan pemerintah dan sudah ada sejak 1950.

Secara hukum tak ada larangan meninggal terhadap penduduk, tapi tak ada izin untuk pembangunan makam di kota tersebut, sekali pun yang meninggal merupakan warga asli.

Jika ada penduduk yang meninggal, jasadnya diterbangkan ke luar pulau dan dikuburkan di tempat lain.

Alasan pelarangan kuburan tersebut, ialah untuk menjaga keselamatan warga lainnya. Konon, di tahun 1950, ada mayat yang ditemukan di pemakaman dan kondisi tidak membusuk, karena permafrost atau tanah yang membeku karena terlalu dingin. Karenanya, virus mematikan dalam jenazah bisa tetap hidup dan sangat mungkin menginfeksi penduduk lainnya. Sejak saat itu, kuburan di Longyearbyen termasuk ilegal.
(Rin)

 

Baca Juga