Pojok Jogja

Tolak Pindah, PKL Malioboro Siap Ditata

POJOKJOGJA – Para pedagang kaki lima (PKL) Malioboro rencananya akan direlokasi ke bekas gedung bioskop Indra. Namun, para PKL menolak rencanan tersebut.

Mereka lebih bersedia di tata daripada harus dipindahkan ke yang rencananya akan dibangun tiga lantai itu.

Ketua Paguyuban Angkringan Malioboro Yati mengatakan, hingga saat inu belum ada sosialisasi tentang kabar PKL akan dipindahkan ke bekas gedung bioskop Indra tersebut.

“Tapi untuk sosialisasi rencana penataan PKL untuk tendanisasi dan difasilitasi gerobak memang sudah ada,” ungkapnya.

Selama lebih dari 19 tahun, Yati sudah berdagang di kawasan Malioboro bersama sang suami. Olehnya itu, oa menolak untuk direlokasi. Meskipun areanya masih di kawasan Malioboro.

Menurutnya, jiwa Malioboro ada pada PKL, hal itulah yang menjadi poin khusus keistimewaan Malioboro.

“Saya sangat berharap untuk pedagang kuliner jangan dipindahkan ke lokasi lain, terlebih angkringan identik dipinggiran jalan sehingga terkesan lebih tradisional,” terang wanita berusia 50 tahun ini.

Untuk program revitalisasi pedestrian di kawasan Malioboro, Yati mengaku bersama seluruh paguyuban pedagang mendukung hal itu. Termasuk untuk penataan para PKL.

Namun lagi-lagi untuk relokasi ia dan bersama pedagang lainnya dengan tegas akan menolak.

Sebelumnya yang dilakukan pemerintah Provinsi DIY adalah sosialisasi terkait penyeragaman gerobak sesuai kategori yang diperdagangkan dan tendanisasi dari instansi terkait, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY.

Termasuk untuk pembuatan saluran limbah basah nantinya telah disosialisasikan kepada para pedagang angkringan.

“Intinya kami tidak ingin ada relokasi, kami siap ditata dan ditertibkan tetapi kami tidak mau pindah tempat,” ujar Yati.

Ia menyatakan, jika para PKL dipindahkan maka kemungkinan Malioboro akan kelihangan separuh jiwanya sebab akan semakin sepi. Hal itu menurut Yati tentu juga akan merugikan pihak pemerintah

Menurut Yati, yang perlu dilakukan pemerintah saat ini adalah pendataan untuk para PKL. Terlebih kata dia, semakin banyak pedagang baru yang bermunculan.

“Lalu soal sampah di Malioboro, jangan disalahkan seluruhnya kepada PKL. Kami di sini justru menjaga kelestarian Malioboro, karena di sini kami mencari nafkah,” ungkapnya.

(nis)

Baca Juga