Pojok Jogja

Toilet Bawah Tanah Yogyakarta Dibangun dengan Anggaran Rp5,8 Miliar

POJOKJOGJA – Usai diresmikan hari ini Selasa, 9 Januari 2018, toilet umum bawah tanah (underground) Yogyakarta akhirnya bisa digunakan oleh masyarakat umum.

Dengan beragam fasilitas yang memadai, toilet bertaraf internasional itu menelan anggaran sebesar Rp5,8 miliar. Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIY, M Mansyur.

“Pembangunan toilet underground ini menelan anggaran sebesar Rp 5,8 miliar yang dibangun kurang lebih sekitar 10 bulan,” ungkap Mansyur, Selasa, 9 Januari 2018.

Pembangunan toilet underground ini kata dia, dilakukan dalam rentan waktu 10 bulan, dalam rentan waktu Maret hingga Desember 2017 lalu.

Adapun beragam fasilitas yang dihadirkan dalam toilet underground ini seperti, fasilitas ruang laktasi (untuk ibu menyusui), fasilitas khusus untuk difable.

Sementara, untuk toilet terdiri dari 12 kamar untuk putri dan 6 kamar untuk putra dengan toilet duduk, toilet jongkok, urinoir toilet.

“Untuk saat ini toilet masih digratiskan sampai sudah ada regulasi terkait dengan penentuan tarif. Karena penentuan tarif perlu ada SK Gubernur untuk memberlakukan tarif,” jelas Mansyur.

Ia juga menyebutkan, di tahun pertama toilet yang terletak di depan Kantor Bank Indonesia (BI) Yogyakarta itu masih dikelola Pemda DIY. Nantinya akan bekerjasama dengan pihak ketiga untuk pengelolaannya.

“Sebelum ada regulasi yang pasti akan kami tanggung dulu. Untuk penetapan tarif semua harus berdasarkan SK Gubernur. Tidak asal menetapkan harga Rp2.000 atau Rp3.000,” terangnya.

Namun, ia memastikan nantinya tetap akan dikenakan tarif untuk penggunaan toilet underground tersebut.

(dien)

Baca Juga