Nasional

Ternyata Ini Alasan Badai di Indonesia Gunakan Nama Bunga

POJOKOGJA – Tidak sedikit orang yang bertanya-tanya tentang nama badai di Indonesia yang menggunakan nama bunga. Apalagi belum lama ini sebagian wilayah di tanah Jawa sempat dilanda badai atau Siklon Tropis Cempaka.

Lalu, setelah Badai Cempaka, hadir badai lain yang juga tak kalah menghantui masyarakat di sebagian pulau Jawa. Siklon Tropis Dahlia atau Badai Dahlia.

Nama-nama tersebut ternyata dikeluarkan olen Pusat Peringatan Siklon Tropis atau Tropical Cyclon Warning Center (TCWC) Jakarta. Nama bunga asli Indonesia dipilih dalam penamaan siklon agar mudah dikenal.

Bukan nama tokoh wayang, nama gunung, atau nama orang. Tetapi yang dipilih adalah bunga meskipun diketahui siklon tropis memiliki dampak yang merusak.

TCWC dibentuk sejak 2008, memiliki kewenangan untuk menamakan siklon tropis dengan menggunakan nama bunga. Penamaan diberikan sesuai abjad ketentuan World Meteorological Organization atau Badan Meteorologi Dunia.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, penamaan siklon-siklon tropis di Indonesia dan negara lain sengaja menggunakan istilah populer di negara masing-masing.

“Penamaan menggunakan nama yang mudah dikenal sehingga mudah diingat oleh masyarakat. Agar terkesan tidak menakutkan,” ungkap Sutopo dikutip JawaPos.com, Sabtu, 2 Desember 2017.

Ia mengatakan, tujuan utama penamaan siklon tropis pada dasarnya agar orang-orang mudah memahami dan mengingat siklon tropis di suatu wilayah.

Sehingga lanjut Sutopo, hal itu dapat membantu meningkatkan peringatan dini, kesiapsiagaan, manajemen bencana dan pengurangan risiko bencana dari pengaruh siklon tropis.

“Saat ini sudah ada 4 siklon yang berada di wilayah Indonesia yang namanya diberi nama dengan bunga sejak tahun 2008, yaitu siklon tropis Anggrek pada 2010, Bakung pada 2014, Cempaka pada 2017, dan Dahlia pada 2017,” ungkapnya.

Sutopo menjelaskan, sejak pertengahan 1900-an penamaan siklon menggunakan istilah feminin. Sebelum akhir 1900-an, para ahli prakiraan cuaca di Hampshire Selatan memberi nama badai dengan nama pria.

Agar sistem penamaan lebih terorganisasi dan efisien, para pakar meteorologi kemudian memutuskan memberi nama siklon secara alphabet. Namanya diawali dengan huruf ‘A’, seperti Anne.

Sesuai ketentuan WMO, ada 10 area penamaan siklon yang diberi kewenangan memberikan nama yang mudah dikenal masyarakat setempat yaitu:

1. Nama di Laut Karibia, Teluk Meksiko dan Atlantik Utara.
2. Nama di Pasifik Timur-Utara.
3. Nama di Pasifik Utara-Tengah.
4. Nama di Pasifik Utara-Barat dan Laut China Selatan.
5. Wilayah TCWC Australia.
6. Wilayah Regional Spesialis Meteorologi Nadi.
7. Wilayah TCWC Port Moresby.
8. Wilayah TCWC Jakarta.
9. Nama Samudra Hindia Utara.
10.Nama Samudra Hindia Barat Daya.

“Untuk TCWC Jakarta sendiri sudah menyiapkan nama bunga sesuai urut abjad. Seperti, Anggrek, Bakung, Cempaka, Dahlia, Flamboyan, Kenanga, Lili, Mangga, Seroja, dan Teratai,” kata Sutopo

Ia juga mengatakan ada alternatif untuk menggunakan nama bunga yang pensiun dengan menggunakan nama buah, seperti Anggur, Belimbing, Duku, Jambu, Lengkeng, Melati, Nangka, Pisang, Rambutan, dan Sawo.

(dien/jawapos/jpg) 

Baca Juga