Nasional

Tarwih Bareng Anies-Sandi di Monas, Dikritik NU, MUI dan Muhammdiyah

POJOKJOGJA – Rencana Pemprov DKI menggelar salat tarawih di Monas, dikritik 3 ormas Islam, yakni NU, Muhammadiyah dan MUI.

Awalnya kritik datang dari Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Cholil Nafis. Dalam pernyataan tertulisnya, Cholil berharap pemprov mengurungkan niat tarawih di Monas.

“Saya berharap pemprov DKI mengurungkan niat tarawih di Monas. Cukuplah seperti maulid dan syiar keagamaan aja yang di lapangan. Tapi salat di lapangan sepertinya kurang elok sementara masih ada masjid besar sebelahnya yang bisa menampungnya,” kata Cholil.

Cholil menyarankan agar pemprov DKI lebih berkonsentrasi pada masalah pemerintahan seperti mengatasi macet dan banjir.

Lain halnya dengan Muhammadiyah. Muhammadiyah justru khawatir salat tarawih di Monas tersebut menimbulkan kesan politikus.

Senada dengan Muhammadiyah, PBNU juga menolak kegiatan tarawih di Monas tersebut. “Jangan tinggalkan masjid dan berusaha mensyiarkan Islam di tempat lain. Mari kita makmurkan masjid dengan cara terhormat. Termasuk dengan salat tarawih,” demikian Ketua Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas.

(rin)

Baca Juga