Pojok Jogja

Tarif Parkir Selangit Rawan Kecewakan Wisatawan Yogyakarta

POJOKJOGJA – Tingginya tarif parkir di sejumlah kawasan wisata di Yogyakarta dinilai bisa menimbulkan kekecewaan bagi wisatawan. 

Olehnya itu, Satgas Saber Pungli Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengungkapkan, jika tarif parkir di kawasan wisata tersebut masih selangit, maka bisa saja dilaporkan sebagai pungli.

Senada Dinas Pariwisata DIY berharap agar semua tarif parkir bisa diberlakukan sesuai aturan.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanto mengatakan, Yogyakarta kini telah menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Indonesia.

“Karena itu, kira berharap wisatawan yang datang tidak dikecewakan. Mereka kesini niatnya ingin senang dengan memilih Yogya untuk rekreasinya,” kata Aris, Selasa, 14 November 2017.

Apalagi jika itu hanya persoalan perparkiran dibkawasan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan.

Para wisatawan lanjut Aris, memang ingin menggunakan uangnya di Yogyakarta, maka mereka harus mendapatkan pelayanan terbaik.

“Kami juga mengimbau kepada semua elemen masyarakat agar bisa membuat wisatawan memiliki kesan tersendiri tentang Yogyakarta,” jelasnya.

Aris berharap para juru parkir dapat memahami kehadiran Saber Pungli DIY yang memang dibentuk pemerintah kabupaten/kota.

Menurutnya, melalui pemahaman itu, juru parkir dinilai bisa bekerja lebih baik lagi sesuai aturan yang sudah ada atau disepakati.

“Kesan yang baik itu harus berasal dari semua aspek baik destinasi, kuliner, akomodasi, sampai juru parkir,” ungkap Aris.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika di Yogyakarta memang ada perkumpulan juru parkir, ia mengimbau agar bisa memfasilitasi pembinaan-pembinaan kepada juru parkir.

Aris mengaku, pihaknya siap membina bagaimana para juru parkir agara bisa menunjukkan etika yang baik melalui organisasi perangkat daerah (OPD) yang kompeten.

Sebelumnya, Ketua Satgas Saber Pungli DIY Kombes Pol Budi Yuwono menyatakan, tarif parkir di sejumlah kawasan wisata DIY memang banyak dikeluhkan karena tidak sesuai.

“Misalnya saja mulai Malioboro, sampai parkir Alun-Alun dikeluhkan karena tarif parkir selangit. Ternyata ada tindakan oknum-oknum juru parkir yang mematok biaya selangit yang tidak sesuai aturan retribusi,” ungkapnya.

Hal itu kata dia, sudah bisa dilaporkan sebagai tindak pungli. Budi berharap ada partisipasi masyarakat untuk melaporkannya.

Ia menegaskan, oknum-oknum juru parkir yang mematok harga selangit akan dikenakan tindak pidana ringan (tipiring).Terlebih kata Budi, sudah banyak laporan masyarakat tentang retribusi parkir.

“Retribusi parkir yang harusnya hanya Rp5.000, mereka (juru parkir) memungut Rp50-60 ribu,” kata Budi.

(nis)

Baca Juga