Pojok Jogja

Taman Baca Masyarakat Wadah Tingkatkan Minat Baca di Jogjakarta

POJOKJOGJA – Kota Pelajar, demikian Jogjakarta dijuluki. Hal itu bisa terbukti dengan banyaknya taman baca masyarakat (TBM) yang ada di Jogjakarta. Seperti kata pepatah “Membaca adalah jendela dunia” hal itulah yang ingin dibangkitkan di kota ini.

TBM menjadi salah satu wadah untuk meningkatkan minat baca masyarakat Jogjakarta. Terlebih di era digitalisasi, di mana sebagian orang lebih banyak berkutat dengan gadget daripada buku.

Di Kabupaten Bantul misalnya, menjadi salah satu wilayah yang terus mendukung meningkatnya literasi baca masyarakat setempat. Hampir 50 TBM yang ada di Bantul, dengan beragam program dan bisa diakses masyarakat dengan mudahnya.

Untuk menyatukan visi misi itu, dibentuklah Forum TBM (FTBM), ruang yang mencoba mewadahi berbagai kegiatan untuk semua TBM yang ada di Bantul. Hal itu diungkapkan Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) FTBM Bantul, Agus Ruyanto kepada jogja.pojoksatu.id beberapa waktu lalu.

“Kami sadar, secara umum minat baca masyarkat masih cukup minim. Dari situlah TBM mencoba menanamkan nilai-nilai filosofis tentang membaca, dimulai dari anak,” kata Agus.

Menumbuhkan kemauan untuk membaca pada anak-anak salah satu poin utama yang harus dijalankan FTBM. Di mana realita yang ada saat ini, ketergantungan anak-anak terhadap gadget hampir tak bisa ditolerir lagi.

Agus menyebutlkan berbagai TBM yang ada di Bantul dan masih aktif menggelar program bacanya untuk masyarakat. Beberapa di antaranta TBM Semasa, TBM Luruh Ilmu, TBM, Guyub Rukun, TBM Delima, TBM Kandang Ilmu, TBM GoBook Maka Helikopter, TBM Kampung Eljawi, TBM Iboekoe, TBM Teras Pintar, dan sejumlah TBM lainnya.

“Kami juga dalam proses merespon bantul literasi-Gerakan Minat baca Bantul Cerdas yang dicanangkan Bupati Bantul pada Juni 2017 lalu. Mencoba untuk bagaimana TBM yang ada melakukan gerakan dan kampanye lebih banyak dikenal oleh masyarakat,” jelas Agus yang juga merupakan pendiri TBM Semasa.

Ia mengungkapkan yang terpenting adalah bagiamana masyarakat bisa mengakses melalui TBM untuk menciptakan Gerakan Minat baca Bantul Cerdas. Diharapkan agar gerakan yang dicanangkan pemerintah ini bisa mendapat respon yang baik oleh masyarakat.

Di TBM Semasa sendiri,beragam program dihadirkan untuk memeudahkan masyarakat mengaksesnya. Ada sekitar 5000 buku bacaan yang disediakan TBM Semasa untuk masyarakat. Pernah pula menghadirkan koran anak dan Buletin Semasa, salah satu bentuk kampanye untuk menggugah minat baca masyarakat.

“Tujuan lainnya juga untuk merangsang anak-anak agar bisa menulis. Di mana mereka bebas menghasilkan karya cerpen, puisi, maupun karya jurnalistik lainnya,” ungkapnya.

Selain itu, TBM Semasa juga memiliki program pendampingan yang tak hanya berfokus untuk meningkatkan minat baca. TBM Semasa memiliki program kelopok pendampingan dengan membentuk kelopok usaha. Salah satunya membina masyarakat Bantul untuk membuka usaha catering.

Keuntungan program yang sudah berjalan sejak 2013 ini kemudian diinfaqkan ke Semasa terutama, untuk PAUD yang dibina oleh TBM Semasa. Ada pula lumbung pendidikan yaitu dengan mengembangkan donasi pada masyarakat anak-anak kurang mampu.

“Donasi itu dimanfaatkan untuk membeli perlengkapn sekolah. Kami juga punya program pengembangan simpan pinjam perbaikan rumah. Program ini bekerjasama dengan Griya Mandiri. Membantu perbaikan rumah untuk masyarakat miskin,” jelas Agus.

Semua itu tumbuh berawal dari keprihatinan, kemudian hadirlah kepedulian. Melalui TBM inilah, Agus berharap akan hadir generasi-generasi penerus yang tetap peduli dengan pendidikan. Di mana menurutnya smeua berawal dari membangkitkan minat baca.

“Yang sulit itu bagaimana membangung generasi penerus. Terlebih ketika pendiri TBM sudah meningglkan TBMnya. Tentu saja kita butuh generasi penerus yang bisa punya komitmen untuk mengembangkan TBM tersebut,” tutup Agus.

(dien)

Baca Juga