Pojok Jogja

Suhu lebih dingin di Yogyakarta, Ini Penjelasan BMKG

POJOKJOGJA – Sejak beberapa hari belakangan ini warga Yogyakarta mengeluhkan suhu yang berubah lebih dingin. Hal itu diungkapkan Srimini warga Jalan Imogiri Barat, Kabupaten Bantul.

“Rasanya memang agak beda, apalagi saat malam hari. Ini malah kita harus pakai jaket biar gak kedinginan,” kata Sri sapaan akrabnya, Sabtu, 5 Agustus 2017.

Menjawab keluhan warga Yogyakarta, Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhirnya melakukan konfirmasi. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Mulyono Rahadi Prabowo, belakangan ini di Yogyakarta suhu pagi hari mencapai 18 derajat celcius.

“Kondisi itu normal saja terjadi pada musim kemarau. Apalagi saat cuaca cerah di siang hari. Hal itu menyebabkan potensi terjadinya hujan menjadi minim,” jelas Mulyono.

Secara global kata dia, kedatangan angin dari Australia yang cukup dominan masuk ke Indonesia memberi pengaruh besar untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Potensi pertumbuhan awan pemicu hujan semakin kecil dari
Angin yang datang yan tidak membawa uap air. Konsekuensinya mengakibatkan perbedaan suhu siang dan malam yang lebih besar dari biasanya.

Mulyono menjelaskan, Saat siang yang cerah, bumi akan menerima radiasi panas matahari lebih banyak sehingga suhu terasa lebih tinggi. Hal ini akan membuat perasaan semakin gerah.

“Sebaliknya, karena tidak ada awan, bumi akan lebih cepat melepaskan panas yang diterima ke atmosfer saat malam hari. Makanya akan menjadi lebih dingin dibandingkan kondisi biasanya,” ungkapnya.

(dien)

Baca Juga