Kesehatan

Sudahkah Anak Anda Imunisasi MR?

POJOKJOGJA – Periode program kampanye pemberian vaksin atau imunisasi Measles Rubella (MR) telah berakhir. Program yang berlangsung sejak Agustus ini diikuti ratusan ribu anak di Yogyakarta.

Meski telah berakhir, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta tetap akan memastikan jika saja masih ada anak yang belum mendapat vaksin MR.

Selama satu pekan ke depan Dinkes Yogyakarta akan melakukan pemeriksaan rutin dengan mengjungi sekolah, posyandu, dan puskesmas.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Yogyakarta Endang Sri Rahayu.

“Dari hasil pendataan kami, masih ada sekitar 3 persen anak yang akan menjadi sasaran imunisasi MR,” ungkapnya, Selasa, 3 Oktober 2017.

Ia menyebutkan, hingga akhir September baru sekitar 97,16 persen anak yang memperoleh imunisasi MR baik melalui sekolah, posyandu, maupun puskesmas.

Berdasarkan data Dinkes kata Endang, ada sekitar 103.000 anak di Yogyakarta yang seharusnya mendapat imunisasi MR.

Di mana jumlah tersebut terbagi atas 82.887 anak yang diimunisasi di sekolah di sekolah dan 20.264 anak di posyandu.

Seperti diketahui, lelaksanaan kampanye pemberian imunisasi MR dilakukan di sekolah selama Agustus mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMP,” jel

Endang menjelaskan, anak yang belum memperoleh imunisasi MR biasanya sedang sakit saat imunisasi diberikan.

“Olehnya itu, kita harus ditunggu hingga sembuh dan kondisi badannya fit untuk memperoleh vaksin MR,” ujarnya.

Lebih lanjut Endang menjelaskan, meski program kampanye pemberian imunisasi MR ini sudah berakhir, bagi anak yang belum mendapat vaksin bisa melalui puskemas di wilayah tempat tinggal sang anak.

Nantinya lanjut Endang, tidak akan ada lagi imunisasi campak namun digantikan menjadi imunisasi MR

“Imunisasi MR itu wajib. kan diberikan pada bayi mulai usia sembilan bulan dengan perulangan yang terjadwal yaitu di usia 18 bulan dan kelas 1 SD,” terangnya.

Diketahui, program kampanye imunisasi MR ini dilakukan pemerintah pusat agar Indonesia bebas campak dan rubella pada 2020.

(dien)

Baca Juga