Pojok Jogja

Ruang Terbuka Hijau di DIY Dinilai Masih Minim

POJOKJOGJA – Sekretaris Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) DIYAgus Tri Cahyono menyampaikan harapan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono tentang keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) di DIY.

Usai melakukan audiensi dengan Sultan, Agus mengatakan Suktan berharap RTH yang ada id DIY tidak dialihfungsikan menjadi fasilitas umum lainnya.

“Sudah menjadi ketetapan RTH untuk perkotaan harusnya 30 persen. Rinciannya 20 persen ruang terbuka publik dan 10 persen ruang terbuka privat,” ungkap Agus, Kamis, 23 November 2017.

Secara akumulasi di Kota Yogyakarta, RTH yang ada sebanyak 30 persen lebih. Namun porsi ruang terbuka publik masih berada di angka 18,5 persen.

Ahli di bidang pengembangan kawasan perkotaan ini mengaku setuju dengan pernyataan Gubernur DIY.

Ia mengatakan, 10 persen ruang terbuka privat yang ada di Yogyakarta karena lebih banyak lahan yang kosong yang pemiliknya tidak di lokasi.

“Pemerintah Kota Yogyakarta berusaha untuk mengakuisisi lahan di setiap kelurahan ada yang dibebaskan dari ditawarkan ke Pemerintah kota untuk dijadikan ruang terbuka hijau,” jelasnya.

Jadi lanjut Agus, jika memang mau diakuisisi sebagai ruang terbuka hijau harus definitive, jangan abu-abu.

“Maksudnya abu-abu itu maunya RTH tetapi ternyata untuk bangunan menjadi balai RW, balai kampung dan bahkan ada yang menjadi komersial misalnya warung,” terangnya.

(nis) 

Baca Juga