Pojok Jogja

Ricuh Pengosongan Lahan Bandara Kulon Progo, Ini Kata PT AP I

POJOKJOGJA – Proses pembebasan lahan pembangunan Bandara Kulon Progo yang dilakukan sejak dua hari ini di Kecamatan Temon berakhir ricuh.

Menanggapi kericuhan pada proses pengosongan lahan bandara bernama New Yogyakarta International Airport (NYIA), PT Angkasa Pura (AP) I menyampaikan pernyataannya.

Melalui keterangan persnya General Manager AP I Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandhu Purnama menyatakan harapannya agar warga setempat bisa bekerja sama mewujudkan cita-cita pembangunan NYIA.

“Sehubungan dengan pelaksanaan pengosongan lahan (land clearing) oleh PT Angkasa Pura I (Persero) di area proyek bandara baru Yogyakarta pada 8 Januari 2018, telah terjadi penolakan serta aksi saling dorong antara warga dengan tim pengamanan,” demikian kata Agus dalam keterangan persnya, Selasa, 9 Januari 2018.

 

Dalam keterangan persnya disebutkan pula kronologi dalam proses pengosongan lahan pembangunan NYIA. Dituliskan sebagai berikut :

1. Angkasa Pura I telah bekerjasama dengan Kepolisian, TNI AD, TNI AU dan Satpol PP Kulonprogo untuk melakukan pengamanan pada saat pengosongan lahan (land clearing). Tim pengamanan pada pagi hari terdiri dari 15 orang untuk mengamankan lokasi dan warga yang memaksa untuk masuk kedalam area land clearing.

2. Angkasa Pura I telah memberikan instruksi kepada tim pengamanan untuk menjalankan pengamanan dengan baik tanpa ada tindak kekerasan.

3. Kegiatan pengosongan lahan yang dilaksanakan oleh Angkasa Pura I Kantor Cabang Yogyakarta merupakan rumah yang sudah tidak berpenghuni dan tanaman yang sudah di konsignasikan ke Pengadilan Negeri Wates.

4. Dalam pelaksanaan pengosongan lahan, Angkasa Pura I mendapat penolakan dari warga. Sehubungan dengan hal tersebut, Angkasa Pura I berupaya memberikan penjelasan terkait lahan yang dikosongkan merupakan lahan yang telah di konsignasikan ke Pengadilan Negeri Wates.

5. Tim pengamanan berusaha untuk menjaga warga agar tidak memasuki area pengosongan lahan. Hal tersebut menimbulkan aksi saling dorong antara warga dengan tim pengamanan yang tidak dapat di antisipasi. Selanjutnya seorang warga jatuh didalam kerumunan tersebut yang menyebabkan luka dan dapat berdiri kembali.

6. Dalam proses pengosongan lahan, Angkasa Pura I juga memberikan kesempatan kepada warga yang memohon untuk dapat melakukan panen dipekarangannya.

7. Untuk meminimalisir penolakan warga yang terjadi dalam pelaksanaan pengosongan lahan (land clearing), Angkasa Pura I terus berupaya untuk melakukan komunikasi secara persuasif. Hal tersebut telah dilaksanakan oleh Angkasa Pura I sejak awal perencanaan proyek bandara baru Yogyakarta, melalui sosialisasi kepada warga.

Olehnya itu Agus menyatakan, dalam proses pengosongan lahan di Kecamatan Temon pihaknya telah berupaya memberikan instruksi kepada tim pengamanan untuk menjaga berjalannya pengosongan lahan dengan baik.

“Sejak awal kami telah berupaya untuk berkomunikasi, dengan cara melakukan sosialisasi pembangunan bandara baru Yogyakarta kepada warga, khususnya yang terdampak,” ungkap Agus.

Ia menyatakan, NYIA sedianya akan meningkatkan pertumbuhan sosial dan ekonomi di Yogyakarta khususnya Kulonprogo. Sehingga, diharapkan warga Kulon Progo dapat bekerjasama untuk memberikan kontribusi terhadap seluruh tahapan pembangunan bandara baru Yogyakarta.

Ia mengaku sangat berharap, bandara baru Yogyakarta segera dapat terwujud guna memberikan kemanfaatan dari segi sosial dan ekonomi untuk masyarakat Kulonprogo dan Yogyakarta secara umum.

“Oleh karena itu kami mengimbau kepada warga penolak untuk dapat bekerjasama mewujudkan cita-cita besar ini,” tambahnya.

Sementara itu, Corporate Secretary Angkasa Pura I Israwadi menambahkan, saat ini sebagian besar bandara-bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura I tengah mengalami kondisi lack of capacity.

“Karena itu, perlu dilakukan pengembangan serta pembangunan untuk mendukung tingginya demand pelayanan transportasi udara dengan tetap mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan,” katanya.

Israwadi menambahkan, pengembangan dan pembangunan bandara baru Yogyakarta dilakukan sepenuhnya menggunakan dana internal dan obligasi.

(dien)

Baca Juga