Pojok Jogja

Ratusan Hewan Kurban di Yogyakarta Masih Terjangkit Cacing Hati

POJOKJOGJA – Usai Hari Raya Idul Adha 2017, masih saja ditemukan hewan yang terjangkit cacing hati setelah penyembelihan.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Suseno Budi melaporkan 36 hewan kurban terinfeksi cacing hati di wilayahnya.

“Hingga Sabtu kemarin, laporan ada 35 hewan kurban yang terinfeksi cacing hati dan hari ini ada laporan satu hewan kurban total ada 36 hewan kurban yang terinfeksi,” ungkapnya, Minggu, 3 September 2017.

Bahkan dari 36 hewan kurban tersebut, tiga di antaranya terkangkit cacing hati parah. Olehnya, usai menerima informasi tersebut petugas pun dikerahkan ke seluruh kecamatan.

Suseno mengatakan, petugas yang diterjunkan ke seluruh kecamatan untuk melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban yang disembelih.

Sebanyak 160 orang petugas kata dia yang diterjunkan dalam proses pemeriksaan.

“Termasuk dibantu dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan UGM,” ujar Suseno.

Lebih lanjut ia menjelaskan, berdasarkan pengalaman pada 2016 lalu, di tahun kni sebanyak 1.700 titik lokasi penyembelihan hewan kurban yang dipantau pihaknya.

“Dari sini petugas akan melihat apakah ada penyakit yang menjangkiti kurban seperti cacing hati atau antraks,” ungkapnya.

Tak hanya di Gunungkidu, hewan kurban yang terjangkit cacing hati juga ditemukan di Bantul. Tercatat ada 153 hewan kurban yang terinfeksi cacing hati pada penyembelihan Jumat, 1 September 2017.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Joko Waluyo.

Ia merincikan temuan hewan kurban dengan cacing hati yaitu 109 sapi dari yang disembelih 3.448 ekor.

“Sementara ada 27 pada kambing yang disembelih sebanyak 4.268 ekor dan 18 pada hewan domba dari yang disembelih sebanyak 4.777 ekor,” jelas Joko.

Hal ini tentu menjadi tugas penting bagi pemerintah terkait dalam hal pengawasannya. Ke depannya pengawasan terhadap hewan kurban yang akan disembelih akan ditingkatkan lagi

Adapun hati dari hewan kurban yang terinfeksi cacing langsung dimusnahkan. Sedangkan dagingnya, dinyatakan aman untuk dikonsumsi.

Keberadaan cacing di hati hewan terjadi diduga akibat kurang bersihnya pakan yang diberikan. Cacing dapat berkembang biak dalam tubuh hewan karena larvanya yang menempel di pakan termakan.

(dien)

Baca Juga