Pojok Jogja

PWPP Kulon Progo Tegaskan Relawan Tak Pernah Beraudiensi dengan Bupati

POJOKJOGJA, Kulon Progo – Belum lama ini dikabarkan sejumlah oknum yang mengaku relawan penolak penggusuran Kulon Progo akan melakukan audiensi dengan pihak pemkab dan PT Angkasa Pura I.

Namun, Hubungan Masyarakat Paguyuban Warga Penolak Penggusuran-Kulonprogo (PWPP-KP), Agus Widodo menegaskan oknym tersebut bukanlah bagian dari relawan PWPP-KP.

“Sejauh ini PWPP-KP tidak pernah ada rencana untuk beraudiensi dengan Bupati, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Angkasa Pura atau pihak lain untuk membahas pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA),” tegasnya, Jumat 5 Januari 2018.

Agus menyatakan, pihak yang mengaku tidak mengenal pihak yang mengaku relawan PWPP-KP tersebut. Sebab menurutnya, seluruh relawan sudah menyatakan menolak penggusuran dan pembangunan NYIA.

Meskipun ada pihak yang mengaku ingin beraudiensi dengan pihak Bupati maupun Angkasa Pura I, Agus mengaku tidak mempermasalahkan. Namun dengan tegas kembali menyatakan pihak itu tak berasal dari relawan PWPP-KP.

“Kalau mengatasnamakan relawan, kami pastikan itu bukan relawan kami,” terang Agus yang merupakan warga penolak NYIA dari Desa Palihan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk menjadi relawan bersama PWPP-KP Agus menyebut ada syarat tertentu yang ditetapkan dan diikuti bagi siapapun yang ingin bergabung.

Ia mengaku, PWPP-KP tidak melihat asal organisasi seseorang yang menyatakan diri ingin menjadi relawan, melainkan melihat mereka sebagai perseorangan.

“Karena sekalipun mereka dari organisasi manapun, orang tersebut atau siapapun dia, apabila ada prinsip yang bertentangan dengan garis perjuangan PWPP-KP, maka PWPP-KP tidak akan mengakui mereka sebagai relawan,” ungkapnya.

Agus menyatakan PWPP-KP memiliki aturan tersendiri. Jadi jika ada yang bertindak sendiri itu sudah menyimpang dan tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan PWPP-KP.

“Intinya kami tegaskan, kami dan relawan kami punya aturan dan tidak bertindak sendiri dan semaunya,” tegas Agus.

Sebelumnya, Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kulonprogo, Triyono mengungkapkan, Pemkab Kulon Progo bersedia dan membuka diri, terhadap munculnya rencana audiensi yang akan dilakukan oleh bersama mahasiswa dan aktivis penolak NYIA.

“Lewat pertemuan itu kami berharap, Bupati Kulon Progo dapat memberikan pencerahan dan informasi yang benar kepada peserta audiensi,” ungkap Triyono

Sehingga lanjutnya lagi, informasi yang dipahami oleh mahasiswa dan aktivis juga bisa membawa langkah mereka menjadi proporsional.

Ia menjelaskan, setelah audiensi, mahasiswa dan aktivis bisa menginformasikan ke warga mengenai apa yang disampaikan oleh bupati.

“Tapi kita tidak minta untuk memberi tahu warga agar warga mau melepas aset, kami hanya menyampaikan informasi dan tahapan yang benar,” tambahnya.

(dien)

Baca Juga