Pojok Jogja

Putu Wijaya Terima Gelar Doctor Honoris Causa dari ISI Yogyakarta

POJOKJOGJA, BantulĀ – Sastrawan I Gusti Ngurah Putu Wijaya atau yang lebih dikenal Putu Wijaya baru saja menerima gelar Doctor Honoris Causa bidang teater dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Prof Yurdiyani selaku Promotor Penganugerahan mengatakan, karya-karya Putu Wijaya yang merupakan teaterawan, sastrawan, dan budayawan tidak hanya dikenal oleh masyarakat seni dan umum di Indonesia, tetapi juga mancanegara.

“Penganugerahan Doctor Honoris Causa ini merupakan pengakuan tertinggi di ranah akademik dalam suatu proses pembelajaran yang dilakukan dengan tekun dan sungguh-sungguh,” kata Prof Yurdiyani, Rabu, 21 Oktober 2018.

Putu Wijaya lanjut dia, memiliki kontribusi yang besar atas karyanya yang luar biasa bagi pengembangan ilmu seni, khususnya teater. Di tangan Putu teater yang semula formal dan kaku bisa menjadi longgar.

Itulah gaya Putu Wijaya yang banyak menginspirasi banyak kelompok-kelompok teater di Indonesia. Seorang budayawan yang dikenal pantang menyerah ketika tradisi lokal harus dihadapkan dengan tradisi modern.

“Di tangan Putu Wijaya, tradisi yang ada bisa mencair. Baginya nilai-nilai tradisi seperti itu bisa menjadi jurus ampuh bagi teater modern Indonesia agar bisa bersaing dengan teater dunia,” jelas Prof Yurdiyani.

Rektor ISI Yogyakarta Agus Burhan menambahkan, sebuah kebanggan bagi ISI Yogyakarta bisa memberi gelar Doctor Honoris Causa pada Putu Wijaya.

“Penganugerahan ini telah melalui berbagai pertimbangan. Salah satunya berdasarkan karya-karya dan kiorah Putu Wijaya dalam upayanya mengembangkan teater modern di Indonesia,” katanya.

Agus menilai, tak hanya pencapaian karya dari Putu yang luar biasa tetapi juga dengan jasa-jasanya dalam berinovasi mengembangkan teater modern Indonesia. Inovasi dan krativitas Putu berpengaruh luas untuk dunia teater Indonesia.

Putu Wijaya seorang sastrawan yang telah menerbitkan 40 karya, baik berupa novel, naskah drama, esai, cerpen, dan puisi. Pria kelahiran Tabanan, Bali 11 April 1944 ini juga telah banyak merajb penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri

Tak banyak yang mengira, Putu Wijaya merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), namun minatnya dalam dunia seni dan sastra sudah ada sejak ia remaja. Saat kuliah di Yogyakarta Putu Wijaya kemudian fokus di bidang teater.

Ia juga pernah belajar seni lukis di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) dan seni drama di Akademi Seni Drama dan Film (ASDRAFI). Saat ini Putu Wijaya menetap di Jakarta menjadi penulis dan menjadi pimpinan di grup Teater Mandiri.

(dien)