Pendidikan

Program Madrasah Diniyah 2018, Ini Sekolah Sasaran Kantor Kemenag Yogyakarta

POJOKJOGJA – Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, kembali merancang program Madrasah Diniyah pada 2018. Sejumlah sekolah pun menjadi sasaran Kantor Kemenag Yogyakarta untuk program tersebut.

Sebanyak 14 sekolah dasar telah terdaftar untuk mengikuti program Madrasah Diniyah 2018. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta Sigit Warsita mengatakan, program ini sebenarnya sudah dijalankan sejak 2015.

“Sejak 2015 sudah ada 15 sekolah. Tahun ini kita tambahkan 14 sekolah. Sebagian besar adalah sekolah dasar (SD) negeri, ada juga satu sekolah swasta yang ikut,” ungkapnya, Jumat, 5 Januari 2018.

Sasaran Kantor Kemenag Yogyakarta dalam program ini diutamakan SD negeri yang tidak masuk dalam kategori unggulan ataupun favorit.

“Kami dari Kemenag Kota Yogyakarta memang mengutamakan penyelenggaraan program Madrasah Diniyah di sekolah kecil yang kurang menjadi favorit masyarakat,’ tambah Sigit.

Dengan harapan lanjut dia, program Madrasah Diniyah yang nantinya diselenggarakan di sekolah tersebut dapat mendukung pengembangan potensi dan karakter siswa hingga kualitas sekolah.

Salah satunya dengan adanya penguatan dari sisi keagamaan selain pendidikan umum. Meskipun demikian, Kemag Kota Yogyakarta belum menentukan SD yang akan mengikuti program Madrasah Diniyah pada tahun ini.

“Kami sudah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk pemetaan sekolahnya. Saat imi sedang dalam proses pemetaan,” ungkapnya.

Sigit menjelaskan, diselenggarakannya program ini di sekolah dasar, sebab jam pendidikan agama dinilai masih kurang.

Adapu. Materi yang diberikan melalui program tersebut lebih ditekankan pada penguatan akhlak, budi pekerti, akidah, dan pendidikan Al Quran.

“Jadi dalam satu pekan akan ada tiga kali pertemuan dengan total sembilan jam pelajaran. Pogram ini akan diintegrasikan ke dalam jam pelajaran siswa tanpa menambah jam pelajaran khusus,” jelas Sigit.

Sebelumnya, selama dua tahun penyelenggaraan kata Sigit, kendala pelaksanaan tetap masih ditemui, di antaranya kurikulum, standar ustadz dan ustadzah yang menyampaikan materi,

Selain itu kendala lain yang ditemui juga terkait sarana dan prasarana di sekolah. Meski begitu, Kantor Kemenag Kota Yogyakarta berharap program akan terus berlanjut.

“Kami berharap program ini bisa terus ada setidaknya satu SD di tiap kelurahan yang mengikuti. Di Kota Yogyakarta terdapat sekitar 90 SD negeri,” terang Sigit.

(nis)