Nasional

Presiden Mahasiswa UGM Dinilai Lebih Santun Dibanding Ketua BEM UI Zaadit Taqwa

POJOKJOGJA – Nama Ketua BEM UI Zaadit Taqwa belakangan menjadi bincangan karena aksinya mengacungkan Kartu Kuning kepada Presiden Jokowi.

Setelah aksi yang dilakukannya tersebut menuai kontraversi, kemarin malam, Zaadit diundang ke acara Mata Najwa bersama beberapa Ketua BEM dari kampus lain.

Acara dimulai dengan pembacaan narasi soal kemahasiswaan oleh Najwa Shihab. Setelahnya, Najwa menyilakan para Ketua BEM untuk menyampaikan orasinya.

Zaadit diberi kesempatan untuk berorasi. Dengan semangat berapi-api, Zaadit menyampaikan orasinya. Ia masih menyinggung kasus di Asmat, plt gubernur serta draft Kemenristek Dikti tentang organisasi kemahasiswaan.

Kesempatan kedua diberikan kepada Presiden Mahasiswa Trisakti memberikan orasinya. Dengan semangat pula, ia mengajak penonton untuk meneriakkan sumpah mahasiswa.

Setelahnya, Ketua BEM IPB juga tampil dengan semangat yang tak mau dikalahkan oleh orator sebelumnya.

Pada kesempatan keempat, Presiden Mahasiswa UGM, Obed Kresna Widyapratistha, menyampaikan orasi dengan suara yang lebih pelan namun tegas. Cara Obed menyampaikan orasinya sangat berbeda dengan Presiden Mahasiswa sebelumnya.

Beragama komentar di sosial media pun bermunculan. Banyak yang kemudian mengidolakan Obed ketimbang Zaadit.

Netizen menilai Obed menyampaikan orasinya dengan cara yang santun.

Dalam orasinya, Obed mengajak masyarakat untuk tidak mudah diadu domba dengan isu SARA. Poin dari orasi Obed, lebih mangajak masyarakat untuk tidak mudah dipecahkan dan mengajak menyatukan gerakan.

Sekadar diketahui, Obed Kresna Widyapratistha merupakan masiswa dari Fakultas Isipol UGM, tahun 2014.

(Rin)

Baca Juga