Nasional

Presiden Jokowi Ingin Indonesia Punya Sekolah Khusus Kopi

POJOKJOGJA – Menikmati sajian kopi saat ini semakin memajdi tren di kalangan masyarakat. Tak sedikit orang yang mengganggap dirinya tak keren jika tidak menyesap kopi dalam sehari.

Kebiasaan ini berubah menjadi kecintaan pada kopi yang tak bisa terelakkan lagi. Nyatanya, menyesap kopi sudah menjadi salah satu budaya di Indonesia.

Semakin naik daun, semakin ramai pula kehadiran kedai kopi. Bak jamur di musim hujan, kehadiran kedai-kedai kopi kian mewabah ke seluruh wilayah tanah air.

Sayangnya, pertumbuhan itu tidak diikuti oleh peningkatan kualitasnya. Hal itu membuat Indonesia sulit menjadi negara penghasil kopi terbaik di dunia.

Dalam dunia industri kopi, Indonesia saat ini harus bersaing ketat dengan Brasil, Kolombia, dan Vietnam.

Hal ini justru mendapat perhatian khusus dari Presiden RI Joko Widodo. Pada rapat koordinasi bersama Kamar Dagang dan Industri, Jokowi menyampaikan sejumlah keinginannha untuk mengembangkan industri kopi.

Ia mengaku mendapat laporan dari pecinta ataupun pegiat kopi, pertumbuhan warung kopi di Indonesia itu cepat sekali.

“Jadi permintaannya di Indonesia naik sampai 20 persen. Dunia juga naik terus. Tapi kualitas nggak ada yang ngerjain,” kata Jokowi dikutip JawaPos.com, Selasa, 3 Oktober 2017.

Permintaan yang tinggi itu lanjutnya lagi seharusnya diikuti oleh beberapa peningkatan seperti pendidikan untuk barista, peremajaan terhadap tanaman kopi dan lain sebagainya.

“Peremajaan nggak ada. Sekolah kopi nggak ada, pasca panen nggak ada, yang mendidik barista nggak ada. Jadi nggak nyambung sama permintaan,” ungkapnya.

Jika semua itu bisa terpenuhi menutut dia maka potensi menjadikan Indonesia sebagai surga kopi akan terbuka lebar.

Selain itu, di satu pertemuan bersama pegiat kopi Jokowi pernah mengungkapkan bahwa ngopi adalah bentuk nasionalisme gaya baru.

(dien)