Pojok Jogja

Polri Tegaskan Larangan Aksi Bela Rohingya di Borobudur

POJOKJOGJA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan terkait aksi bela Rohingya yang akan dilakukan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Aksi tersebut awalnya direncanakan oleh sejumlah ormas dan laskar Islam di seluruh wilayah Indonesia. Rencana aksi itu merupakan bentuk solidaritas para ormas dan laskar islam menyikapi aksi kekerasan militer Myanmar terhadap etnis muslim Rohingya.

Rapat koordinasi terkait pengamanan apabila aksi tetap akan dilaksanakan telah dilakukan di Polda Jateng dan dipimpin langsung oleh Asops Kapolri Irjen Mochammad Iriawan.

Rapat ini digelar juga dihadiri Kapolda Irjen Condro Kirono serta pejabat utama kepolisian setempat. Mereka membahas soal adanya informasi rencana pengarahan massa ke Candi Borobudur pada Jumat 8 September 2017 sebanyak satu juta orang.

“Hasil koordinasi yaitu menegaskan tidak diperbolehkan adanya aksi di kawasan Borobudur sesuai dengan Undang-undang Nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum,” kata Iriawan melalui siaran persnya, Selasa, 5 September 2017.

Ia menyatakan, pihak kepolisian melarang aksi itu, sebab diharapkan agar aksi dalam bentuk apapaun dapat disampaikan di tempat masing-masing.

Iriawan menyatakan, perlu diingat bahwa Candi Borobudur adalah objek wisata yang juga merupakan situs yang dilestarikan dan termasuk tujuh keajaiban dunia.

“Aparat kepolisian tidak akan memberikan izin jika aksi solidaritas ini tetap diwujudkan dengan pengerahan massa dan penyempaian pendapat di muka umum dengan menggunakan kawasan Candi Borobudur,” jelasnya.

Mantan Kapolda Jawa Barat ini menambahkan, sebagai warga negara yang cerdas, masyarakat diminta agar tidak mudah percaya kabar hoax

Menurutnya masyarakat Indonesia sebaiknya mewujudkan semangat solidaritasnya dalam bentuk yang lebih nyata.

“Misalnya saja melalui bantuan makanan, pakaian, obat-obatan agar lebih bermanfaat,” tambahnya.

Iriawan mengimbau pada masyarakat, ormas-ormas, atau kelompok yang ada, dia agar mengurungkan niatnya menggelar aksi di Candi Borobudur.

“Silakan melakukan aksi di tempat masing-masing secara damai. Silakan beri suport kepada saudara kita Rohingya mungkin dengan cara bantuan, biaya dan sebagainya. Sehingga kita pastikan kegiatan di Borobudur tidak dilaksanakan,” terangnya.

(dien)

Baca Juga