Pojok Jogja

PLN Klaim Ketersediaan Listrik di Yogyakarta Melimpah

POJOKJOGJA – PT PLN (Persero) Area Yogyakarta menyebut ketersediaan listrik untuk wilayah Yogyakarta melimpah. Hal tersebut diungkapkan Manager Area PLN Yogyakarta, Eric Rossi Priyo Nugroho.

Ia menyebutkan di Yogyakarta saat ini memiliki kecukupan daya 400 Mega watt (MW). Bahkan ketersediaan listrik di DIY bisa memenuhi kebutuhan listrik bandara internasional.

“Ketersediaan listrik di DIY juga mendukung kegiatan investasi. Jadi, PLN siap menyuplai kebutuhan listrik untuk para investor,” kata Eric, Rabu, 20 Februari 2018.

Ia juga menyebutkan, di 2018 ini jumlah pelanggan PLN di DIY meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di mana saat ini pelanggan PLN ada sebanyak 50 orang pelanggan.

Adapun untuk Rasio Elektrifikasi (RE) listrik di Yogyakarta baru mencapai 69 persen. Olehn karena itu, ketersediaan listrik untuk investasi di Yogyakarta kata dia masih mencukupi.

Sebelumnya PLN Area Yogyakarta juga telah melakukan perpanjangan kerja sama pemungutan pajak penerangan jalan (PPJ) bersama Pemkot Yogyakarta.

“Perjanjian itu penting dilakukan, sebagai petunjuk teknis yang memperlancar dan mempermudah dalam penyetoran PPJ dari PLN ke Pemkot Yogyakarta,” ungkap Eric.

Selain itu perjanjian tersebut juga Nisa mempermudah Pembayaran Rekening Listrik Pemkot Yogyakarta termasuk Penerangan Jalan Umum, dan terutama untuk transparansi data.

Lebih jauh Eric menjelaskan, di periode 2016 PLN menyetorkan PPJ ke Pemkot Yogyakarta sebesar Rp44,2 miliar, dan untuk periode 2017 PLN telah menyetorkan Rp47,5 miliar.

“Dari tahun ke tahun ada kenaikan, proyeksinya kemungkinan kenaikannya 5 persen di 2018,” sebutnya.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengungkapkan, perjanjian kerja sama tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan pemungutan pajak penerangan jelan di kota Yogyakarta.

“Itu sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah yang akan dimanfaatkan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan,” katanya.

Haryadi menargetkan pada 2018 ini lenerimaan pajak daerah diprediksi mencapai Rp365 miliar. Dari jumlah tersebut, target pajak penerangan yang dapat tercapai sebesar Rp48 miliar.

(dien)

Baca Juga