Hukum

Penyerangan Gereja Santa Lidwina, Polisi : Masyarakat Jangan Terprovokasi

POJOKJOGJA – Polda DIY mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi terkait kasus penyerangan Gereja Santa Lidwina, Jambon, Gamping, Sleman. Apalagi banyaknya informasi yang beredar di media sosial saat ini.

Penyerangan yang terjadi saat digelarnya misa ekaristi pada Minggu, 11 Februari 2018 itu mengakibatkan lima orang korban luka termasuk pastur yang memimpin misa, Romo Prier.

Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan, pelaku berinisial SL (22) itu merupakan warga asal Banyuwangi. Pelaku sudah lima hari berada di Yogyakarta dalam rangka singgah.

“Dari hasil penyelidikan tim di lapangan, petugas mendapati bahwa pelaku singgah di sebuah mushollah sebelum kejadian berlangsung,” kata Dofiri dalam konfrensi persnya, Senin 12 Februari 2018.

Dofiri menyebut, pelaku singgah di Yogyakarta sebelum melanjutkan perjalanannya menuju Banyuwangi. Ia juga menyatakan saat ini banyak informasi yang beredar terkait pelaku SL.

Hanya saja menurut Dofiri informasi tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya. Olehnya itu, pelaku hingga saat ini masih dalam proses pemeriksaan.

“Hari ini kami melakukan pemeriksaan untuk menggali keterangan lebih lanjut. Kasus ini juga di backup Densus 88 Mabes Polri,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara lanjutnya lagi, polisi berhasil menemukan ijazah atas nama pelaku SL. Didampingi Kabid Humas AKBP Yuliyanto, Dofiri terus menegaskan agar masyarakat tidak terpansing dengan sejumlah informasi yang beredar. Utamanya di media sosial.

(dien)

Baca Juga