Pendidikan

Pemerintah Belanda Buka Peluang Beasiswa untuk Pelajar Indonesia

POJOKJOGJA – Pemerintah Belanda kembali menawarkan peluang bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan studinya di Negeri Kincir Angin itu.

Kali ini kesempatan itu dibuka seluas-luasnya bagi seluruh penjara maupun mahasiswa Indonesia. Direktur The Netherlands Education Support Office (NESO) Indonesia Peter Van Tuijl mengajak masyarakat Yogyakarta untuk memanfaatkan kesempatan ini.

Bagi pelajar maupun mahasiswa Yogyakarta bisa melanjutkan studi di Belanda melalui program beasiswa StuNed. Terlebih berdasarkan data program beasiswaStuderen in Nederland (StuNed) jumlah peminat beasiswa asal Yogyakarta ke Belanda tergolong masih minim.

“Padahal kesempatan yang diberikan tergolong luas, pada 2018 saja khusus untuk program master memberikan beasiswa dengan kuota antara 60 hingga 70 orang,” kata Peter dalam siaran tertulisnya, Jumat, 3 November 2017.

Ia menyebutkan, syarat utama pemberian beasiswa tersebut adalah, para peminat harus lebih dahulu mendaftar di perguruan tinggi Belanda yang menjadi tujuan belajar.

“Beasiswa Pemerintah Belanda ditawarkan kepada warga Indonesia, untuk mendukung kerjasama pemerintahan antar kedua negara,” ungkap Peter.

Disebutkan total penerima beasiswa asal Yogyakarta melalui program StuNed ini baru tercatat 119 orang sejak 2013 hingga 2017.

Dengan rincian pada StuNed pertama tercatat 11 orang, StuNed kedua 33 orang, StuNed ketiga tergolong banyak terdapat 63 orang, StuNed keempat delapan orang dan StuNed kelima hanya empat orang, dengan total master ada 75 orang dan short course terdapat 44 orang. Tampak grafik peminat cenderung menurun.

“Guna mendorong minat profesional muda untuk bersekolah di Belanda, kami telah menggelar acara Holland Scholarship Info Session di Kantor Pusat Fakultas Teknik, UGM pada, Rabu, 1 November 2017 lalu,” jelas Peter.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut diikuti ratusan mahasiswa itu menyajikan informasi tentang kuliah di Belanda beserta peluang beasiswanya, terutama program beasiswa StuNed.

Peter menyatakan, Belanda memiliki deretan universitas dengan kualitas terbaik nomor empat di dunia. Pilihan prodi juga bervariasi, ada lebih dari 2.100 prodi internasional dengan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Selain itu lanjut dia, Pemerintah Belanda memberikan kesempatan luas bagi alumni Belanda untuk mencari pekerjaan di Belanda sampai dengan tiga tahun setelah lulus.

Peter mengungkapkan, ada sekitar 19 warga Belanda sudah meraih Nobel, yang menunjukkan keunggulan riset universitas di Belanda.

“Program StuNed membiayai secara penuh seluruh kebutuhan studi. Beasiswa yang diberikan berbasis prestasi terfokus pada keunggulan akademik, jenjang karir, penghargaan dan prestasi penting lainnya,” jelasnya.

Terutama lanjut Peter, keterkaitan dengan area prioritas kerjasama bilateral antara Belanda dan Indonesia.

Mulai dari perdagangan internasional, keuangan, ekonomi, transportasi, infrastruktur, keamanan, penegakan hukum, serta agro-pangan dan holtikultura. Untuk perencanaan 2018, StuNed membuka pendaftaran program master dan short course.

Adapun proses pendaftaran beasiswa program SuNed 2018 akan berakhir pada adalah 15 Maret untuk program Master dan 7 Januari untuk Short Course.

Selain itu syarat lain yang harus dipenuhi yaitu memiliki surat penerimaan dari universitas di Belanda, kandidat harus memiliki skor IELTS minimal 6 untuk master, serta IELTS minimal 5,5 untuk short course.

Kepala Kantor Urusan Internasional UGM I Made Andi Arsana menambahkan, pelajar mahasiswa maupun Yogyakarta dapat memanfaatkan kesempatan untuk melanjutkan studi di Belanda.

“Apalagi pihak Belanda telah memberikan petunjuk melalui konsultasi. Ini kesempatan yang langka. Ada banyak kesempatan beasiswa, harus diakses sebaik-baiknya,” terangnya.

Hingga 2017 ini tercatat sekitar 1.500 mahasiswa Indonesia dari berbagai tingkatan, sedang menempuh studi di Belanda. Selain ada yang biaya mandiri, mereka juga dibiayai melalui program StuNed.

(dien) 

Baca Juga