Hukum

Pembacokan Kembali Terjadi di Bantul, Polisi Tingkatkan Keamanan

POJOKJOGJA, Bantul – Sejak beberapa hari terakhir ini kasus pembacokan di wilayah Kabupaten Bantul kembali marak terjadi.

Minggu, 12 November 2017 pukul 02.30 WIB dini hari, peristiwa serupa kembali terjadi di Kecamatan Jetis.

Kapolsek Jetis AKP S Parmin mengatakan, kasus pembacokan m ulai marak dengan sasaran pengguna jalan di wilayah Desa Sungapan, Kecamatan Sedayu dan di Kecamatan Sewon dalam waktu yang hampir bersamaan. Hingga kini belum diketahui pelakunya.

“Kasus terbaru, Wilfan Candra (16) seorang pelajar warga Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis. Ia terkena sabetan clurit di punggungnya saat melintas di sisi barat perempatan Bakulan,” jelas Parmin.

Ia menjelaskan, kejadian itu berlangsung sangat cepat. Sebelum peristiwa terjadi, korban dan sejumlah rekannya memacu motornya dari Jalan Barongan-Bakulan atau arah Jalan Parangtritis.

Berdasarkan pengakuan korban, sebelum sampai perempatan Bakulan, korban sempat berpapasan dengan dua orang pengendara motor. Namun, korban tidak curiga dan mengira mereka sebagai pengguna jalan lainnya.

“Setelah berpapasan dengan korban, pelaku malah justru berbalik arah dan langsung mengejar korban. Panik, korban pun melarikan diri ke arah barat, melintasi perempatan Bakulan ke barat,” terangnya.

Parmin menambahkan, korban bermaksud untuk meminta tolong kepada warga penjual pecel yang ada tidak jauh dari perempatan Bakulan. Namun, belum sempat meminta tolong, pelaku sudah menendang korban hingga jatuh. Setelah itu pelaku langsung menghunus clurit dan menyerang korban secara brutal.

Perkelahian tidak seimbang itu lanjut Parmin, menyebabkan korban luka di bagian pundak akibat tebasan clurit. Melihat korbannya tidak berdaya dengan darah terus mengucur, pelaku pun kabur ke arah utara.

Namun, kata Parmin, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, antara korban dan pelaku sama sekali tidak saling kenal. Diketahui juga meskipun pelaku berjumlah empat orang dan menaiki dua motor secara berboncengan, yang menyerang korban hanya dua orang saja.

“Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi. Kami belum tahu motif pastinya itu apa. Tetapi korban dan pelaku itu tidak saling kenal,” ungkapnya dia.

Sebelumnya, Kapolres Bantul AKBP Imam Kabut Sariadi manampik beberapa kasus kekerasan yang marak akhir-akhir ini di Bantul merupakan kasus klitih.

“Karena dari beberapa kejadian teridentifikasi antara korban dan pelaku sudah saling kenal. Kami telah mengambil tindakan preventif dan preemtif untuk mengatasi persoalan ini,” jelasnya.

Ia berjanji bersama pihaknya akan memperkuat rayonisasi dengan meningkatkan eskalasi patroli titik kumpul anak muda yang disinyalir rawan tindak kekerasan.

Beberapa lokasi yang akan menjadi fokus perhatian seperti di Stadion Sultan Agung Bantul, pertigaan Cepit-Tembi dan wilayah Kecamatan Banguntapan.

“Kami juga akan menugaskan Bhabinkamtibmas untuk mengambil langkah pencegahan di tingkat desa. Patroli nantinya akan kami evaluasi karena lokasi rawan biasanya berpindah-pindah,” terang Imam.

(nis)

Baca Juga