Pojok Jogja

Nasib Pedagang Pasar Kembang di Tangan Siapa?

POJOKJOGJA – Pasca penggusuran, nasib pasar pedagang Pasar Kembang makin tak jelas arah. Pembongkran Pasar Kembang untuk penataan Stasiun Tugu tak memberi jalan keluar bagi para pedagang.

Alih-alih mendaat solusi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), Pemerintah Kota Yogya pun terkesan tak acuh dengan penggusuran itu. Para pedagang bahkan sudah melakukan pengaduan kepada DPRD Kota Yogya.

Mereka meminta dewan mereview Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 51 Tahun 2017 tentang penghapusan Pasar Kembang dari daftar pasar tradisional. Namun hingga saat ini masih belum mencapai titik terang.

Pertemuan antara Komisi B DPRD Kota Yogya dengan perwakilan Pemkot Jogja belum menemui solusi. Dewan masih menunggu langkah konkret yang akan diambil pemkot dalam APBD Perubahan 2017 nanti.

Sebelumnya, Ketua Komisi B Nasrul Khoiri mengatakan, dari pertemuan itu pemkot terlihat belum siap ketika ditanyakan solusi bagi para pedagang eks Pasar kembang.

“Pemkot juga mengakui terlambat mengantisipasi. Seharusnya bisa diantisipasi sejak awal dengan komunikasi intensif Pemkot Jogja dengan PT KAI,” ungkap Nasrul.

Pihaknya pun berencana akan memanggil Wali Kota Yogyakarta untuk dipertemukan dengan para eks pedagang Pasar Kembang. Menurut Nasrul, itusalah satu langkah yang tepat.

“Kami sudah pernah memberikan saran kepada Pemerintah Kota Jogja, namun ternyata saran itu tidak dilaksanakan, bahkan tidak pernah dikomunikasikan kepada para pedagang. Kami meminta dilakukan pendataan dan mengklasifikasikan jenis usaha pedagang Pasar Kembang,” jelas legislator PKS ini.

Ia meminta ketegasan dari Pemerintah Kota dalam menyelesaikan polemik Pasar Kembang ini. Sebab menurutnya, hal ini menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Kasihan para pedagang yang sudah kehilangan lahan usahanya, masih belum mendapatkan kejelasan,” tukas Nasrul.

Komisi B juga memberi tenggat waktu hingga akhir tahun 2017 untuk segera menyusun solusi konkret. Jika dalam waktu yang ditentukan itu belum ada solusi yang dihasilkan, Nasrul menyatakan akan kembali menggulirkan rencana pembuatan panitia khusus hingga pengajuan hak angket.

“Dalam APBD Perubahan akan kita lihat apakah sudah masuk, kita lihat bersama nanti,” terangnya.

(dien/rj/jpg)

Baca Juga