Pojok Jogja

Nantikan Kenduri dan Pesta Rakyat Bentuk Syukuran Pasca Pelantikan Gubernur DIY 

POJOKJOGJA – Sebagai bentuk rasa syukur pasca pelantikan gubernur dan wakil gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), masyarakat Yogyakarta akan menggelar kenduri dan pesta rakyat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Dinas Pariwisata DIY Wardoyo. Meski belum ditetapkan pelaksanaannya, namun ia memastikan acara tersebut akan digelar.

“Kita akan menunggu pasca sidang paripurna istimewa nantinya. Kemungkinan setelah itu baru ditetapkan,” ungkapnya, Rabu 11 Oktober 2017.

Penetapan agenda kenduri dan pesta rakyat setelah sidang paripurna, sebab pada sidang tersebut akan ada pidato perdana Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk masa jabatan 2017-2022.

Rencananya kata Wardoyo, sidang paripiurna istimewa itu akan dilaksanakan pada 16 Oktober 2017.

Ada enam bentuk kenduri yang telah diagendakan oleh Pemerintah Daerah DIY, di mana kenduri tersebut bertujuan untuk memberikan informasi pada masyarakat.

“Selain itu kenduri juga bertujuan mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam prosesi mangayubagyo sehingga diharapkan pada ritual tersebut ada keterwakilan berbagai elemen masyarakat,” jelas Wardoyo.

Adapun enam kenduri yang akan dilangsungkan lanjut dia yaitu, Kenduri Segoro khusus untuk mewakili masyarakat pesisir. Kenduri ini rencananya akan dilangsung di Laguna Pantai Depok.

Kedua, Kenduri Wono yang akan diselenggarakan di Mangunan. Kenduri ini mewakili masyarakat yang ada di sekitar hutan.

“Ketiga, ada kenduri Pedusunan untuk masyarakat desa. Lokasinya akan digelar di Banyunibo. Kemudian Kenduri Gunung yang akan ditempatkan di Nglanggeran,” sebut Wardoyo.

Selanjutnya ada Kenduri Telogo di yang akan digelar di sekitaran Waduk Sermo. Terakhir, Kenduri Khutagara yang akan berlangsung di Malioboro dan Kepatihan.

Pada kenduri tersebut akan dilakukan pemotongan tumpeng dan doa. Selain itu ada juga pesta rakyat yang akan digelar.

“Pesta rakyatnya macam-macam. Kita akan tampilkan segala jeni potensi seni, mulai kerajinan, kuliner, apa pun yang dimiliki akan dikeluarkan semua,” terangnya.

(dien)

Baca Juga