Pojok Jogja

Minimnya Kesadaran Pengunjung Menjaga Kebersihan Malioboro

POJOKOJOGJA – Sebagai salah satu ikon wisata di Yogyakarta, sudah selayaknya Malioboro mendapat perhatian khusus. Namun sayangnya hal itu tampak sedikit terabaikan.

Seusai libur panjang Tahun Baru, kebersihan di pusat wisata belanja tersebut semakin memudar. Olehnya itu, Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta Pemerintah Kota Yogyakarta menambah petugas kebersihan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Aris Riyanta mengatakan, pihaknya berharap ada penambahan petugas kebersihan untuk kawasan Malioboro.

“Sebaiknya ada petugas yang secara periodik mengambil sampah di kawasan Malioboro. Ini juga berdasarkan evaluasi selama libur panjang akhir tahun 2017 yang mengindikasikan masih belum optimalnya tingkat kebersihan di kawasan itu,” ungkapnya, Senin, 8 Januari 2018.

Apalagi lanjut Aris, usai perayaan malam pergantian tahun. Ia mengaku, pihaknya menemukan masih banyak sekali sampah yang tercecer di Malioboro

Menurutnya, kawasan yang dikenal sebagai salah satu ikon wisata di Kota Yogyakarta itu juga membutuhkan penambahan kapasitas tempat sampah.

“Khususnya untuk menyambut libur panjang atau setiap event besar tahunan lainnya. Meski tidak harus dalam bentuk permanen,” jelas Aris.

Ia menyebut, jumlah sarana pembuangan sampah harus ditambah agar orang lebih mudah membuang sampah. Penyempurnaan aspek kebersihan di sepanjang kawasan Malioboro perlu terus ditingkatkan.

“Itu harus, karena sampai saat ini destinasi wisata itu masih menjadi magnet bagi wisatawan mengunjungi Yogyakarta,” katanya.

Walaupun di Yogyakarta sudah banyak bermunculan destinasi-destinasi baru. Namun, menurutnya Malioboro masih tetap menjadi magnet apalagi memiliki tampilan baru setelah direvitalisasi.

Aris menjelaskan, jika dibandingkan libur panjang akhir tahun 2016, Aris memperkirakan jumlah kunjungan wisata akhir tahun 2017 di DIY mengalami tren kenaikan 15 hingga 12 persen.

Tren kenaikan itu juga didukung dengan data faktual okupansi hotel di Yogyakarta yang rata-rata mencapai 100 persen selama libur panjang akhir tahun 2017.

Meski data kunjungan wisata secara agregad di lima kabupaten/kota belum terakumulasi sepenuhnya, Aris mengakub optimistis kunjungan wisata selama libur akhir tahun mampu mendorong pencapaian kunjungan wisata selama 2017.

“Untuk liburan akhir tahun kemarin kami menargetkan 380.000 wisatawan mancanegara dan 4,8 juta wisatawan domestik yang datang ke DIY,” jelasnya.

(nis)

Baca Juga