Nasional

Menpan-RB Beri Kuota Khusus ASN, Ini Kriterianya

POJOKJOGJA – Apresiasi diberikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (Menpan-RB) kepada para lulusan terbaik dari perguruan tinggi ternama. 

Menpan-RB Asma Abnur menyatakan, pihaknya akan memberikan kuota khusus untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk para peraih cum laude.

“Hal itu kami lakukan guna memperbaiki kinerja aparatur sipil negara,” kata Asman saat menghadiri Workshop Evaluasi dan Komitmen Penyelesaian Program Legislasi Nasional di Yogyakarta, Rabu, 6 September 2017.

Untuk berbagai formasi di kementerian, pihaknya menyediakan kita minimal 10 persen badi para lulusan cum laude.

Asman mengungkapkan, sebanyak lebih dari 1.800 lulusan cum laude yang akan direkrut menjadi ASN nantinya. Di mana usia maksimalnya yaitu 35 tahun dan berasal dari universitas dengan akreditasi A. Pendaftaran mulai dibuka tahun ini.

“Kita melihat, selama ini banyak lulusan terbaik perguruan tinggi di Indonesia khususnya yang mengikuti program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di luar negeri justru tidak kembali untuk mengamalkan ilmunya di dalam negeri,” ungkap Asman

Padahal menurutnya, kehadiran SDM berprestasi tersebut, diyakini mampu menjadi motor perubahan di lingkungan ASN. Asman meyakini, bila penyelenggara negara diisi oleh orang-orang pintar, maka negara akan lebih maju.

Selain untuk lulusan cum laude, Asman menyebutkan, secara khusus pemerintah juga menyediakan kuota ASN bagi penyandang disabilitas yang dinilai memenuhi persyaratan yang ditentukan.

“Khususnya dari sisi potensi akademik yang dimiliki. Selama ini teman-teman disabilitas tidak pernah diberikan tempat secara khusus di ASN. Sekarang kami mencoba memfasilitasi,” terangnya.

Lebih lanjut Asman menjelaskan, para atlet berprestasi pun akan mendapat kuota khusus di sejumlah formasi ASN. Menurutnya, apresiasi juga patut diberikan bagi mereka yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia.

“Kuota khusus juga akan kami berikan bagi anak-anak kelahiran Papua di seluruh kementerian dan lembaga. Langkah ini dilakukan karena kami berharap ASN juga berfungsi sebagai perekat nasional,” jelas Asman.

(dien)

Baca Juga