Pojok Jogja

Menginjak Usia 40 Tahun, Ini Harapan LKY

POJOKJOGJA – Selama 40 tahun berkiprah, Lembaga Konsumsen Yogyakarta (LKY) bertekad tak akan berhenti memperjuangankan perlindungan konsumen. Hal itu kata Satya Rini Hastuti, Ketua LKY akan menjadi perjalanan yang terus berlanjut dan bermakna tanpa kata usai.

Isu perlindungan konsumen terus berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat, baik yang dipengaruhi oleh dinamika politik, ekonomi, hukum, sosial, maupun perkembangan teknologi.

Perkembangan yang terjadi tidak memperkuat kedudukan konsumen beserta perlindungan akan hak-haknya melainkan justru makin memperlemah posisi dan daya tawar konsumen.

Terwujudnya Keadilan Bagi Seluruh Masyarakat Konsumen, hanya dapat terwujud dengan kolaborasi dari masyarakat, pemerintah dan pelaku usaha.

Menjawab permasalahan konsumen di Yogyakarta, LKY melakukan pertemuan dengan Gubernur DIY, Senin, 7 Agustus 2017.

“Pertemuan ini sekaligus menegaskan kembali Ideologi LKY yaitu pendidikan masyarakat sebagai ujung tombak perubahan dan keadilan konsumen,” kata Tuti.

Ia menjelaskan, pendidikan konsumen adalah gerakan budaya yang sangat erat dengan Keistimewaan DIY dan kearifan budaya lokal.

LKY memperjuangkan keadilan konsumen melalui berbagai upaya, salah satu yang utama adalah dengan menjadi “Sekolah Konsumen” dan membantu pemerintah dalam mewujudkan masyarakat konsumen yang cerdas, kritis dan berdaya.

LKY akan memfokuskan kerjanya pada tiga isu utama dari semua lini dan aspek kehidupan masyarakat. Sebab kata Tuti, kompleksitas permasalahan konsumen saat ini semakin tinggi.

“Tiga isu utama itu di antaranya, isu pangan seperti; pangan aman, fluktuasi harga pangan, banjir pangan impor sehingga mendesak kebutuhan pangan lokal, kecukupan gizi dalam mengonsumsi pangan dan lainnya,” paparnya.

Kedua lanjut Tuti, isu kesehatan seperti pengetahuan masyarakat hak-hak pasien yang masih rendah, perubahan-perubahan kebijakan yang belum diiringi dengan pendidikan dan pendampingan pasien, perbaikan pelayanan, penerimaan aduan, pengetahuan masyarakat yang masih rendah terhadap coverage JKN/BPJS dan lainnya.

“Ketiga, isu energi terbarukan, dengan memperhatikan kondisi fluktuasi harga gas di pasaran, ketersediaan gas yang dapat menghilang di pasaran , penggunaan bahan bakar biomassa (kayu), namun tungku yang digunakan bukan tungku yang sehat,” tambahnya.

Semua hal itu lanjutnya lagi membutuhkan perhatian dan upaya keras untuk bisa tertangani dan mimpi tentang kehidupan konsumen yang adil tercapai. Olehnya itu, LKY mengajak masyarakat, pemerintah dan pelaku usaha untuk bersama-sama mendukung semua upaya LKY, demi keberhasilan dan kehidupan konsumen yang lebih baik.

(dien)

Baca Juga