Pojok Lesehan

Mengenal Mbah Paiyem, Pedagang Wedang Ronde di Yogyakarta Favorit Presiden Soeharto

POJOKJOGJA – Langkahnya mulai tergopoh-gopoh, tubuhnya tak lagi tegap dan bugar. Diraihnya mangkok keramik putih beralaskan piring yang terbuat dari kaleng. Ia mulai mengisi mangkok itu perlahan.

Aroma khas rempah dari panci di gerobaknya mulai merebak. Aroma khas jahe berbaur daun serei. Di usianya yang sudah renta, wanita berusia 86 tahun itu masih semangat berjualan wedang ronde.

Siapa yang tak tahu dengan salah satu kuliner khas Yogyakarta ini. Dijajakan hampir di seluruh sudut kota Yogyakarta saat malam hari. Secara umum rasa dari semua wedang ronde sama saja. Namun, wedang ronde yang dijajakan Mbah Paiyem memiliki cita rasa yang berbeda.

Ya, demikian kebanyakan orang memanggilnya. Mbah Paiyem, pedagang wedang ronde yang terkenal paling legendaris di seantero Yogyakarta. Bahkan wedang ronde Mbah Piyem, konon katanya merupakan wedang ronde favorit mendiang mantan Presiden Soeharto.

Usai melayani pembelinya, Mbah Paiyem kembali duduk di kursi kayu yang disediakan untuk pembeli yang ingin menyantap wedang rondenya langsung. Mbah Piyem termasuk orang yang ramah, ia senang mengajak pembelinya untuk mengobrol.

“Say mulai berjulan wedang ronde sejak 1946. Saya belajar sendiri tidak ada yng mengajar dulu,” kisah Mbah Paiyem kental dengan dialek Jawanya.

Mbah Paiyem juga bercerita tentang kagetnya ia ketika Presiden RI menjadi salah satu pelanggan setianya. Mantan Presiden Soeharto, katanya tak pernah melewatkan untuk menikmati wedang ronde milik Mbah Paiyem saat melakukan perjalanan dinas ke Yogyakarta.

“Sempat kaget dulu, saya pikir moso’ (masa) iya presiden mau beli wedang ronde saya. Tapi ternyata benar. Alhamdulillah sekali,” kenang Mbah Paiyem saat dikunjungi jogja.pojoksatu.id, Minggu, 3 Desember 2017 malam.

Seak saat itu, ketika Pak Harto datang ke Yogyakarta, Paiyem kerap kali mengantarkan sendiri pesanan wedang ronde ke Gedung Agung. Lalu yang menyuguhkan nantinya dari petugas Gedung Agung.

Wedang Ronde Mbah Paiyem terkenal dengan cita rasa yang asli dan khas. Ia mengaku wedang ronde yang ia buat dijamin tanpa pemanis maupun bahan pengawet. Semua merupakan bahan alami.

Wanita bernama lengkap Paiyem Karsowiyono ini mengatakan, selama puluhan tahun berjualan ia sudah tiga kali berpindah tempat. Dulu Mbah Paiyem pernah berjualan di Ngampilan, kemudian Pasar Ngasem, lalu kini di Jalan Kauman atau Kampung Kauman, tepat di depan Optik Naufal.

Hanya dengan Rp5.000 saja Anda sudah bisa menikmati kehangatan dan kenikmatan wedang ronde racikan Mbah Paiyem. Harganya termasuk lebih murah dibandingkan dengan wedang ronde yang banyak di jajakan di kawasan Kota Yogyakarta.

“Di awal berjualan dulu harganya masih Rp15 per porsi. Sekarang kan sudah berbeda,” kata Mbah Paiyem sesekali membenarkan jaket yang ia kenakan.

Di usianya yang sudah cukup renta, Mbah Paiyem masih tetap semangat berjualan. Bermodalkan gerobak dan kursi kayu panjang untuk membeli yang berada tak jauh dari gerobaknya.

Dalam sehari ia biasa membuat sekitar 200 porsi, disiapkan mulai pukul 2 siang. Mbah Paiyem baru membuka warungnya usai shalat Isya. Biasanya ia berjualan hingga pukul 12 malam.

Jika Anda berkunjung ke Yogyakarta, tidak ada salahnya untuk mencicipi wedang ronde buatan tangan Mbah Paiyem. Rugi rasanya jika ke Yogyakarta lalu tidak menikmati hangatnya wedang ronde buatan sang legendaris.

(dien)

Baca Juga