Life Style

Mengenal Diet Ketofastosis, Diet yang Memakan Banyak Lemak

POJOKJOGJA – Ada banyak jenis diet. Ada banyak pula yang berhasil menerapkannya. Hanya saja, apakah berhasil mempertahankannya? Atau menerapkan diet tersebut selamanya.

Untuk membahasnya lebih lanjut, ada hal yang perlu diluruskan terlebih dulu yaitu pengertian diet. Banyak orang yang keliru mengenai diet. Menilai diet hanya semata-mata menahan makan untuk menurunkan berat badan.

Diet ialah pola makan sehat yang diterapkan untuk mendapatkan kondisi fisik yang lebih sehat.

Kembali ke topik sebelumnya, untuk menerapkan pola diet diperlukan konsistensi. Diet yang belakangan ini dibincangkan di sosial media ialah ketofastosis

Diet yang akhir-akhir ini sangat banyak diperbincangkan di socmed ini justru menganjurkan para penggunanya untuk menyajikan menu diet yang berbanding terbalik dengan pola diet pada umunya, yang biasanya menjauhkan lemak. Diet ketofastosis justru dibutuhkan asupan lemak.

Bahkan dalam diet ini membutuhkan sekitar 80% lemak dari seluruh asupan yang dibutuhkan masuk dalam tubuh sehingga membuat Prelovers memakan makanan yang mengandung lemak dan kolesterol.

Menariknya pola makan seperti ini menurut para Keto Warior (para pelaku ketofastosis) malah menyatakan bahwa mereka lebih sehat dan bonusnya adalah terjadi penurunan berat badan pada tubuh mereka. Melalui diet ini kondisi tubuh diharapkan menjadi terkendali, seperti penurunan sekaligus lemak darah dan gula darah pada tubuh.

Untuk diketahui ketofastosis berasal dari kata Ketogenic dan Fastosis. Ketogenic sendiri artinya adalah pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak, dan protein sedang. Sedangkan fastosis berasal dari kata fast on ketosis yang berarti puasa dalam keadaan ketogenic atau ketosis.

Keadaan ketosis merupakan kondisi dimana liver manusia memproduksi “ketone” untuk digunakan sebagai bahan energi yang digunakan seluruh tubuh terutama otak. Ketosis akan terjadi ketika tubuh tidak memiliki asupan karbohidrat (glukosa) sebagai sumber makanan untuk diproses menjadi energi, sehingga pada diet ini karbohidrat dan gula memang menjadi hal yang harus dihindari.

Selain pola makannya yang menghindari karbo dalam diet ini juga terbagi dalam 3 waktu makan. Di antaranya;

Fase induksi
Sumber makanan berasal dari lemak hewani, seperti ayam, daging, seafood dan telur.

Fase Konsolidasi
Sumber makanan berasal dari sayur dan lemak hewani.

Fase Pemeliharaan
Gabungan dari menu fase induksi dan fase konsolidasi. Selain melakukan tahapan tersebut, diet ini juga diikuti oleh puasa yang dikenal dengan istilah 16/8. Istilah tersebut maksudnya adalah berpuasa selama 16 jam dan 8 jam makan. Makan paling malam adalah pukul 8 malam, kemudian puasa makan hingga pukul 12 siang.

(ika)

Baca Juga