Pojok Jogja

Mendengar Keluhan Paguyuban Becak Motor Yogyakarta yang Belum Miliki Payung Hukum

POJOKJOGJA – Alat transportasi becak yang sebelumnya lebih dikenal dengan kayuh manual kini juga terus mengalami inovasi. Sejak beberapa tahun terakhir becak tradisional kian menjelma lebih modern.

Pengemudi becak kemudian banyak memilih untuk memodifikasi becaknya dengan mesin bermotor. Alasannya, selain bisa menghemat tenaga, tentunya juga bisa menghemat waktu untuk pengantar penumpang lebih cepat ke lokasi tujuan.

Namun, sayangnya dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, becak motor tak termaktub di dalamnya. Hal itu berarti becak motor yang kini banyak beroperasi bisa terbilang ilegal.

Hal itu pula lah yang melahirkan kerisauan bagi para pengemudi becak motor di Yogyakarta. Kepada Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerisauan itu kemudian disampaikan dalam sebuah diskusi.

“Kehadiran kami di sini tak lain dan tak bukan untuk memperjelas legalitas kami. Dengan niat ingin meminta perlindungan hukum mengenai moda transportasi becak motor,” ungkap perwakilan PBMY, Parmin, Kamis, 22 Februari 2018.

Menurutnya, jika sudah ada legalitas hukum untuk becak motor dalam lalu lintas maka jika terjadi operasi atau razia lalu lintas aturan yang diberlakukan akan jelas.

Parmim besama seluruh PBMY mengaku siap menyanggupi seluruh aturan yang diberlakukan jika sudah ada. Ia juga menyatakan bagi pengemudi becak motor yang melanggar siap menerima hukuman.

“Tapi kami kamu juga memohon, bagi kami yang mempunyai surat-surat lengkap tetapi melanggar aturan, jangan sita motor kami selama 15 hari karena untuk kebutuhan mencari nafkah,” jelas Parmin.

Menanggapi hal itu Kepala Dishub DIY Sigit Sapto Rahardjo mengatakan, aspirasi PBMY akan disampaikan terlebih dulu kepada DPRD selaku badan legislasi dan pihak kepolisian.

“Pembahasan ini akan kita tindaklanjuti kepada DPRD DIY untuk mencari solusi bersama. Tentang bagaimana payung hukum untuk moda transportasi becak motor nantinya,” kata Sigit.

Meski begitu ia tetap menegaskan, apabila aturan tersebut benar-benar telah ditetapkan ia meminta para pengemudi becak motor bisa menaati segala peraturan tersebut.

(dien)