Pojok Jogja

Mahasiswa UGM Kembangkan Aplikasi Pendeteksi Vaksin Palsu

POJOKJOGJA, Sleman – Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja tengah mengembangkan sebuah aplikasi pendeteksi vaksin. Aplikasi yang dinamai Aplicin ini merupakan alat yang bisa mendeteksi keaslian sebuah vaksin.

Apilicin ini dikembangkan oleh lima mahasiswa UGM di antaranya, Musthafa Abdur Rosyied Mahasiswa Teknik Elektro, Novrizal Dwi Rozzaq Mahasiswa Teknik Elektro, Anggito Kautsar Mahasiswa Teknik Elektro, Aditya Laksana Suwandi dan Almantera Tiantana Mahasiswa Teknologi Informasi.

Apilicin diklaim mudah mendeteksi keaslian sebuah vaksin. Dengan aplikasi ini, diharapkan masyarakat mampu membedakan vaksin palsu dengan yang asli.

“Dengan memanfaatkan teknologi loT masyarakat dapat melakukan pengecekan sebelum melakukan vaksinasi,” kata Novrizal.

Ada pun cara kerja dari aplikasi ini ialah melakukan pemindaian QR Code yang ada dalam kemasan vaksin dengan aplikasi Aplicin, dan hasil pemindaian itu akan diverifikasi oleh aplikasi ini lalu sistim akan memberikan keterangan bahwa QR Code terdaftar dalam database.

“Jika QR Code tidak terdaftar di database bisa disimpulkan vaksin tersebut merupakan vaksin palsu,” lanjutnya.

Tak hanya itu, melalui aplikasi Aplicin ini pasien bisa melaporkan keberadaan vaksin palsu ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan cara menunjukkan lokasi ditemukannya vaksin tersebut.

Novrizal berharap aplikasi Aplicin tersebut bisa berkontribusi dan berkolaborasi dengan BPOM serta Pelaku Industri yang pembuat vaksin itu dan para Dokter.

(ika)