Pojok Jogja

Lokasi Konser Berpindah-pindah, Ini Kata Promotor Konser Dream Thater

POJOKJOGJA – Konser musik rock internasional yang menghadirkan band rock dunia Dream Theater dinilai tidak menentu oleh sejumlah pihak.

Semula grup band asal Boston, Amerika Serikat ini dijadwalkan akan konser di Stadion Kridosono.

Tak hanya Dream Theater sejumlah grup band rock Indonesia juga dipastikan hadir dalam konser bertajuk Jogjarockarta ini.

Beberapa waktu lalu, Rajawali Indonesia Communications selalu promotor acara mengumumkan tentang perpindahan lokasi digelarnya festival musik rokck internasional ini.

Sebelumnya, CEO Rajawali Indonesia Communication Anas Syahrul Alimi mengatakan, konser tersebut akan dipindahkan ke kawasan wisata Candi Prambanan.

Ia menyatakan, sebagai kawasan wisata konser kelas internasional ini bisa menjadi salah satu upaya untuk membantu mempromosikannya.

“Di tengah perjalanan penyelenggara kami juga sudah memperoleh izin untuk menggelar konser di Candi Prambanan,” terang Anas.

Namun, pada Kamis, 28 September pihak promotor kembali menyampaikan bahwa konser yang menjadikan Dream Theater sebagai tamu utama kembali dipindahkan ke Stadion Kradisono.

“Kami tidak mau membuat perdebatan tentang tepat atau tidaknya Candi Prambanan dijadikan tempat konser rock,” kata Anas.

Pihaknua mengaku khawatir jika hal tersebut menjadi polemik yang meluas. Tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.

Di mana konser ini kata Anas, menghadirkan Dream Theater yang merupakan artis internasional, konser ini tentu akan mendapat sorotan dunia.

“Karena itu akhirnya kami mengalahdan kembali mengadakannya di Stadion Kradisono,” ujar Anas.

Anas mengakui rencana digelarnya konser rock ini di Candi Prambanan sempat mendapat sorotan dari beberapa pihak.

“Yang paling mempengaruhi keputusan untuk memindahkan venue Jogjarockarta adalah protes yang dilayangkan oleh Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI),” ungkapnya.

Pada, 26 September atau H-3 sebelum perhelatan dilaksanakan, Anas bercerita tiba-tiba ia mendapat pesan yang pengirimnya mengaku sebagai Ketua Umum IAAI.

“Pesan itu berisi surat keberatan dari IAAI. Mereka protes dan minta dipindah. Kami sebelumnya tidak pernah dihubungi dan diajak ngobrol. Tiba-tiba surat itu menjadi viral dan media-media langsung menulis itu tanpa ada konfirmasi dari kami,” jelas Anas.

Ia hanya menyesalkan mengapa surat protes tersebut tidak dikirimkan jauh-jauh hari. Padahal pihaknya, sudah menyiapka perpindahan venue dari Stadion Kridosono ke Candi Prambanan sejak 8 September 2017 lalu.

Sebagai pelaku bisnis, dengan adanya kejadian ini Anas mengaku resah karena ketidakjelasan regulasi. Anas menyatakan, sebelumnya Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilman Farid dan pihak-pihak terkait sudah memberikan lampu hijau.

“Semua pihak, saat saya dan tim memaparkan tentang perhelatan ini, mereka mengatakan Candi Prambanan aman untuk dijadikan venue Jogjarockarta,” bebernya.

Beruntungnya, perpindahan lokasi konser tidak terlalu dipermasalahkan oleh para pengisi acara. Artis-artis yang akan tampil, sebutnya, memahami keadaan.

“Kesedian artis dan support mereka menjadi semangat tersendiri bagi kami,” ucapnya.

Hingga saat uni untuk panggung dan lain-lain, Anas mengatakan semuanya aman dan terkendali. Ia menyampaikan, dua panggung untuk pentas para musisi sudah berdiri.

“Untuk panggung yang diperuntukkan bagi artis Indonesia sudah bisa dilakukan cek sound. Sementara Dream Theater cek soundnya Jumat ini,” katanya

Anas menjelaskan, semua sudah sesuai jadwal. Tidak ada yang delay. Hal ini kata dia, karena vendor menambah tenaga sampai lima kali lipat.

(dien) 

Baca Juga