Pojok Jogja

Lima Gunungan Jadi Rebutan Warga di Grebeg Maulud Tahun Dal

POJOKJOGJA – Seperti biasanya, peringatan maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momen yang paling ditunggu di Yogyakarta. Tak hanya bagi masyarakat setempat tetapi juga oleh wisatawan.

Grebeg Maulud yang digelar di Yogyakarta juga telah menjadi tradisi turun-temurun yang digelar oleh Keraton Yogyakarta. Peringatan Grebeg Maulud kali ini jatuh tepat pada 1 Desember 2017.

Peringatan Grebeg Maulud tahun ini memang agak berbeda sebab berdasarkan kalender Jawa peringatan maulid Nabi kali ini bertepatan dengan Tahun Dal.

Salah satu yang membedakan, dengan adanya Gunungan Bromo. Gunungan Bromo ada juga gunungan lain yang selalu ada saat Grebeg Maulud seperti Gunungan Lanang, Gunungan Wadon, Gunungan Gepak, Gunungan Darat dan Gunungan Pawuhan diarak menuju Masjid Gedhe Yogyakarta.

Sementara dua Gunungan Lanang akan diserahkan ke Kepatihan dan satu lagi ke Puro Paku Alaman.

Sejak pagi, ribuan orang yang terdiri atas wisatawan dan warga sudah menunggu puncak peringatan Grebeg Maulud, di mana biasanya isi dari gunungan akan diperebutkan.

Putri Tinawang warga asal Kulonprogo mengaku tak mau ketinggalan untuk berebut isi dari gunubgan yang diarak ratusan prajurit dari Siti Hinggil Keraton Yogyakarta.

“Kita berharap berkah dari gunungan yang sudah diarak. Itu kan semua dari hasil bumi juga yang sudah didoakan di Masjid Gedhe,” kata wanita berusia 27 tahun ini.

Pada “Grebeg Maulud” Tahun Dal 1951 ini, delapan gunungan berisi aneka hasil bumi diarak ke Kepatihan dan Puro Paku Alaman diiringi oleh bregada prajurit dan barisan gajah.

Selesai didoakan di Masjid Gedhe, khusus Gunungan Bromo dibawa kembali masuk ke Keraton. Gunungan Bromo diperuntukkan bagi kerabat Keraton Yogyakarta dalam prosesi Kundur Gunungan Bromo di Kompleks Kedhaton.

Prosesi Kundur Gunungan Bromo hanya dilakukan pada tahun Dal yang hanya berlangsung dalam kurun waktu delapan tahun sekali.

Lima gunungan sebagai bentuk sedekah Sri Sultan HB X langsung diperebutkan masyarakat dan wisatawan di Halaman Masjid Gedhe Kauman.

(dien)

Baca Juga