Uncategorized

Libur Lebaran Idul Adha Tak Pengaruhi Okupansi Hotel di Yogyakarta

POJOKJOGJA – Libur lebaran Idul Adha 2017 ternyata tak memberi pengaruh besar terhadap tingkat hunian (okupansi) hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Padahal hari libur tersebut bertepatan dengan momen long weekend yang biasanya dimanfaatkan orang-orang unruk berwisata.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta mencatat, okupansi hotel selama libur lebaran Idul Adha 2017 masih terbilang normal.

“Capaiannya memang agak meleset dari yang kami targetkan 80 persen okupansi selama libur lebaran,” ungkap Ketua PHRI Yogyakarta, Istijab M Danunagaro, Selasa, 5 September 2017.

Ia menambahkan, dari 80 persen tersebut okupansi hotel di akhir pekan lalu hanya berada di angka 60 persen.

Istijab mengungkapkan, hal itu dipengaruhi karena masyarakat yang lebih banyak memilih mengikuti proses pemotongan hewan kurban bersama keluarga.

“Lonjakan okupansi hotel tidak signifikan dari tingkat hunian kamar tahun sebelumnya karena jumlah hotel di Yogyakarta terus bertambah,” jelasnya.

Pada 2016 lalu, misalnya, okupansi hotel kata Istijab, pada liburan Idul Adha mencapai 80 persen.

Ia menjelaskan, dengan terus meningkatnya jumlah kamar hotel, mereka harus berbagi kue pengunjung.

Pada 2015 lalu, PHRI DIY mencatat sebanyak 57 hotel bintang berdiri di Yogyakarta dan hotel nonbintang ada 1.010 hotel.

“Sementara saat ini hotel bintang di Yogyakarta sudah mencapai 166 hotel dan non-bintang mencapai 1.030 hotel,” ujar Istijab.

Meski begitu, pihaknya optimistis meski tidak mengalami peningkatan, okupansi hotel di Yogyakarta tidak akan merosot karena ditopang banyaknya program Meeting, Incentive, Converence, and Exhibition (MICE) dari berbagai instansi pemerintah maupun swasta.

“Kami yakin tingkat hunian tidak akan menurun karena sejak Juli 2017 kegiatan MICE terus bermunculan,” terangnya.

(dien)

Baca Juga