Pojok Jogja

‘Larangan Nonpribumi Memiliki Tanah’ di Yogyakarta, Pengunggat Terancam Diusir dari Yogyakarta

POJOKJOGJA – Seorang warga keturunan Cina di Yogyakarta diancam diusir dari wilayah Yogyakarta. Ia bernama Handoko. Kendati diancam diusir, Handoko tetap melakukan upaya hukum banding terhadap aturan ‘larangan nonpribumi memiliki tanah’ di Yogyakarta.

“Saya sudah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Yogyakarta,” kata Handoko, Jumat 2 Maret 2018.

Upaya banding tersebut dilakukan Handoko setelah gugatan awalnya terhadap larangan warga Tionghoa memiliki tanah di Yogyakarta ditolak oleh Pengadilan Negeri Yogyakarta.

Handoko menilai putusan pengadilan negeri Yogyakarta ‘Diskriminasiras’ di Yogyakarta. “Kenapa keturunan Cina tidak boleh punya tanah?” kata dia.

Handoko menggugat Instruksi Wakil Kepala Daerah DIY No. K.898/I/A/1975 tanggal 5 Maret 1975 tentang Penyeragaman Policy Pemberian Hak Atas Tanah kepada Seorang WNI Nonpribumi, yang dianggap diskriminatif.

“Semoga dalam tiga bulan ke depan sudah ada putusanya,” harapnya.

Sementara itu, adik Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hadiwinoto meminta agar tindakan Handoko tidak diteruskan. Bahkan dengan tegas, Hadiwinoto mengatakan jika tidak setuju dengan aturan yang ada di Yogyakarta, Handoko diminta pindah dari Yogyakarta.

“Saya mengingatkan kepada teman-teman Tionghoa agar ingat. Jangan hanya menuntut hak saja. Kamu hidup dan mati di sini, kalau enggak mau, bisa hidup di luar Yogyakarta,” KGPH Hadiwinoto menegaskan.

(Ra)

Baca Juga