Pojok Jogja

Kronologi Penangkapan 11 Warga yang Menghalangi Pengosongan Lahan Bandara NYIA

POJOKJOGJA – Aparat kepolisian telah menangkap 11 orang yang dinilai telah menghalangi kegiatan pengosongan lahan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo, Selasa 5 Desember 2017.

Peristiwa yang terjadi di Dusun Kragon Desa Palihan Kecamatan Temon Kulonprogo tersebut, bermula saat sejumlah warga berupaya menghalangi aparat yang mulai merobohkan pepohonan yang akan menjadi bagian lahan pembangunan.

Menariknya, beberapa di antara orang yang ditangkap tersebut, bukanlah warga setempat. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakapolres Kulonprogo, Kompol Dedi Suryadharma.

Dedi mengatakan ada sekitar tiga atau empat orang yang mengaku mahasiswa.

“Kami cek dulu untuk memastikan mereka mahasiswa atau bukan, jika memang benar, maka kami akan sampaikan ke kampusnya,” katanya.

Lebih lanjut, Dedi memastikan bahwa keberadaan mahasiswa tersebut ilegal atau tidak diketahui perangkat desa.

“Mereka sudah beberapa hari tinggal di sini. Diduga mereka memprovokasi warga untuk menghalangi pengosongan. Tapi tetap akan kita cek dulu,” jelas Dedi.

Diketahui, mahasiswa tersebut menginap di rumah warga yang bernama Fajar. Fajar sendiri menolak penggusuran lahan tersebut.

“Ada sembilan mahasiswa yang tinggal di rumah warga, kami akan cek kartu mahasiswanya,” tambah Dedi.

Sementara itu, bukan hanya pihak mahasiswa, beberapa pihak juga menolak pengosongan lahan terdampak bandara Kulonprogo. Alasannya karena lahan tersebut merupakan lahan produktif.

Heronimus Heron, Koordinator Pantauan Lapangan Aliansi Tolak Bandara Kulonprogo menegaskan bahwa pihaknya menolak keras pembangunan bandara.

“Warga yang tak mau menjual lahannya harus dihormati. Itu merupakan kekuatan untuk tidak boleh digusur. Mau kerja dimana mereka kalau tidak ada lahan?” kata dia.

(ris)

Baca Juga