Pojok Jogja

Kebijakan Lima Hari Sekolah Tetap Berlaku di Yogyakarta

POJOKJOGJA – Kebijakan lima hari sekolah di Yogyakarta tidak mengalami perubahan sejak awal tahun ajaran baru.

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tidak mengubah kebijakan itu yang sudah berjalan hampir di semua SD dan SMP.

Kebijakan tersebut tetap berlaku menyusul keluarnya Peraturan Presiden Penguatan Pendidikan Karakter.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana mengatakan, isi perpres tersebut tidak jauh berbeda dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017.

“Jadi, kami akan tetap meneruskan kebijakan yang selama ini sudah berjalan,” katanya, Senin, 11 September 2017.

Menurutnya, pelaksanaan lima hari sekolah di Kota Yogyakarta berjalan kondusif. Meskipun masih ada beberapa sekolah yang menjalankan enam hari sekolah.

“Sekolah yang belum melaksanakan lima hari sekolah ini karena terkendala sarana dan prasarana serta belum adanya dukungan dari masyarakat,” jelasnya.

Ia menyebutkan, sejumlah sekolah di Kota Yogyakarta yang masih menjalankan enam hari sekolah yaitu, SD Kotagede 1 dan sekolah swasta yang berada di bawah Yayasan Kanisius dan Gotong Royong.

Untuk penguatan pendidikan karakter sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017, kata Edy, tetap dapat dijalankan seperti semula.

Nilai-nilai karakter yang diatur dalam peraturan presiden juga tetap sama dengan peraturan menteri.

“Jadi, tidak ada banyak perubahan. Implementasinya pun disesuaikan dengan kearifan lokal Kota Yogyakarta,” katanya.

Edy mengungkapkan, penyampaian penguatan pendidikan karakter, dilakukan berdasarkan kebijakan masing-masing sekolah dan disampaikan melalui berbagai cara baik formal, nonformal maupun secara informal.

Sementara itu, Wali Koya Yogyakarta Haryadi Suyuti menyatakan, jika pelaksanaan lima hari sekolah sudah berjalan dengan baik, lebih baik tetap diteruskan tanpa harus ada perubahan menjadi enam hari sekolah.

Menurutnya, lima atau enam hari sekolah bersifat opsional. Sekolah bisa menentukan kebijakan masing-masing disesuaikan dengan kondisi sekolah.

“Untuk penguatan pendidikan karakter, sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dalam proses belajar mengajar yang diterapkan di Kota Yogyakarta,” katanya.

Pendidikan karakter lanjut Haryadi, sangat pentind dengan tujuan menjadikan siswa tersebut menjadi anak yang sopan, saling menghargai, berkarakter kuat dan baik.

“Salah satunya adalah tidak ada kasus perundungan di sekolah di Kota Yogyakarta,” tambahnya.

(dien)

Baca Juga