Pojok Jogja

Jogja Darurat Klitih, Apa Itu Klitih?

POJOKJOGJA – Belum lama ini, aksi klitih kembali terjadi di Bantul, Yogyakarta. Aksi tersebut meresahkan warga Jogja dan menjadi bincangan di sosial media. Yang menjadi pertanyaan, apa itu klitih?

Klitih merupakan bentuk aksi anarkis remaja yang sekarang sedang marak di Yogyakarta. Bagi kamu yang tinggal di luar Jogja mungkin belum pernah mendengar istilah klitih.

Baca juga: Sejarah Terjadinya Klitih di Yogyakarta

Apakah klitih sama dengan begal? Klitih identik dengan segerombolan remaja yang melukai atau melumpuhkan lawannya dengan kekerasan. Pelaku klitih menggunakan benda-benda tajam seperti pisau, gir bahkan batu atau benda yang ada disekitar mereka melancarkan aksinya.

Bedanya dengan begal ialah pelaku klitih tidak mengambil barang korban. Mereka hanya melumpuhkan korban.

Pelaku klitih biasanya pelajar SMP/SMA yang menarget siswa dari sekolah yang berlawanan (musuh) untuk dihajar, disiksa bahkan ada beberapa kasus, korbannya sampai meninggal.

Pada Juni lalu tepatnya 15 Juni 2017, #save4juta sempat menjadi tranding topic di sosial media Facebook yang berbasis di Yogyakarta.

Tagar tersebut muncul setelah salah satu akun bernama Ilham menuliskan pengalamannya saat terlibat kelahi dengan pelaku klitih.

Peristiwa yang dialami Ilham terjadi pada 23 Mei 2017 di depan Taman Pintar, Jalan Senopati, Gondomanan, Yogyakarta.

Baca juga: Daftar Daerah Rawan Klitih di Yogyakarta

Ilham mengaku awalnya ia diklitih di depan puro pakualam. Motornya ditendang oleh pelaku klitih. Tak terima diperlakukan seperti itu, Ilham lalu membalas dan melakukan perlawanan. Ironisnya, setelah peristiwa tersebut, Ilham malah disalahkan pihak berwajib dan menyebut Ilham telah melakukan penganiayaan.

Belum lama ini, tepatnya pada Minggu 5 November 2017, seorang pemuda berusia 20 tahun tewas setelah diklitih oleh 2 orang yang tengah berkendara motor Scoopy. Korban diketahui bernama Arif Nur Rohman, warga Dusun Mredo Kabayan, RT 02, Bangunharjo, Sewon, Bantul.

Kala itu, Arif sedang membonceng temannya melaju ke arah Tembi. Sesampainya di TKP, di sebelah barat Kantor Kepala Desa Timbulharjo, Arif dipepet dua pria. Dua pria tersebut sempat mendahului, lalu berbalik ke arah Arif dan melempar Arif menggunakan batako. Batako itu pas mengenai dada Arif.

Melihat Arif terluka, teman korban Muhammad Hisbullah (17) mengambil alih kemudi dan menyandarkan Arif di setang. Muhammad hisbullah lalu tancap gas ke arah kampung dan histeris meminta tolong. Mirisnya, nyawa Arif tak tertolong, sesampai di Puskesman, kondisi Arif sudah meninggal.

(rin)

Baca Juga