Nasional

Izin Edar Viostin DS dan Enzyplex Resmi Dicabut

POJOKJOGJA – Setelah adanya temuan kandungan asam deoksiribonukleat (DNA) babi pada Viostin DS dan Enzyplex, izin edar kedua obat tersebut resmi dicabut.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan, pencabutan izin edar itu berlaku untuk seluruh produk Viostin DS yang diproduksi PT Pharos Indonesia.

Adapun nomor izin edar (NIE) POM pada produk Viostin DS yaitu SD.051523771 nomor bets BN C6K994H.

“Begitu juga seluruh produk Enzyplex tablet yang diproduksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101,” ungkap Kepala BPOM Penny K Lukito, Senin, 5 Februari 2018.

Dengan tegas Penny menjelaskan, pencabutan izin edar kedua produk obat itu saat konferensi pers di Gedung C BPOM, Salemba, Jakarta.

Produsen obat kata Penny, juga sudah menarik produk mereka dari apotek dan toko obat sebelum izin edar dicabut.

“Kami meminta kepada PT Pharos Indonesia dan PT Mediafarma Laboratories agar mengubah bahan produksi obat dengan yang lebih aman dan tentunya halal,” jelasnya.

Ia menyebut, cara itu dipakai untuk melindungi dan mengedukasi masyarakat. Oleh karena itu, bagi masyarakat yang masih menemukan produk Viostin DS dan Enzyplex beredar di apotek dan toko obat agar segera melaporkan kepada BPOM.

Jika masih ditemukan peredaran kedua obat tersebut maka BPOM akan bertindak dengan meminta produsen obat segera menarik produknya.

“Kami dari Badan POM juga akan melakukan perbaikan sistem dan terus meningkatkan kinerjanya dalam melakukan pengawasan obat dan makanan,” kata Penny.

Hal itu tentu perlu dilakukan untuk memastikan produk yang dikonsumsi masyarakat telah memenuhi persyaratan keamanan, khasiat dan mutu.

(dien)

Baca Juga