Nasional

Ini Penyebab Gempa Bumi di Sebagian Pulau Jawa

POJOKJOGJA – Masyarakat di sebagian pulau Jawa dikagetkan dengan gempa bumi yang terjadi pada Jumat tengah malam, 13 Desember 2017.

Gempa tektonik terjadi pada pukul 23.47 WIB dengan kekuatan 7.3 Skala Richter (SR) dengan kedalaman 105 km.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mochtar Riyadi mengatakan, gempa bumi berpusat di 42 km Barat Data Kawalu, Jawa Barat.

“Semalam kami sudah keluarkan pemberitahuan memang berpotensi tsunami di Selatan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hasil monitoring BMKG sampai pukul 02.14 terjadi gempa susulan sebanyak tiga kali,” katanya dalam siaran persnya, Sabtu, 16 Desember 2017.

Berdasarkan hasil analisis tingkat guncangan, intensitas gempa bumi tersebut dirasakan di Tasikmalaya, dan di sekitar Jawa Barat lainnya. Hal itu juga berdasarkan laporan masyarakat yang diterima BMKG.

Gempa bumi dirasakan cukup keras di Bandung, Kebumen, Karangkates, Yogyakarta, Depok, Ngawi, Madiun, Nganjuk, Badung, Mataram.

“Kamu tetap memonitor perkembangan dan laporan dari lapangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya,” tambah Riyadi.

BMKG kata dia juga telah melakukan pengamatan tide gauge di Pangandaran (Jawa Barat), Pamayang Sari (Jawa Barat), Binangeun (Banten), dan Pacitan (Jawa Timur).

Dari rekaman stasiun-stasiun tide gauge yang dekat dengan pusat gempa tidak terekam adanya kenaikan air laut.

“Penyebab gempa bumi yang terjadi berdasarkan posisi dan kedalamannya disebabkan aktivitas zona subduksi yang terbentuk akibat tumbukan atau penunjangan Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia di daerah Selatan Jawa,” jelas Riyadi.

Pada 02.26 BMKG kemudian menginformasikan pengakhiran peringatan dini tsunami.

Olehnya itu, BMKG mengimbau kepada masyarakat terdampak gempa bumi khususnya di Jawa Barat agar tetap mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta informasi dari BMKG.

“Kami juga minta jangan mudah terpancing oleh isu yang tidak valid mengenai gempa bumi dan tsunami. Masyarakat juga diminta tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang pada umumnya kekuatannya semakin mengecil,” terang Riyadi.

(dien)

Baca Juga