Komunitas

Ikuti Lomba Fotografi Djogjantique Day, Ini Caranya

POJOKJOGJA – Motor Antic Club (MAC) Yogyakarta sebentar lagi akan merayakan hari jadinya yang ke-30 tahun. Perayaan itu kembali dikemas dengan event bertajuk Djogjantique Day.

Merupakan kali ketiga digelarnya event tersebut, kali ini Djogjantique Day memilih konsep yang lebih merakyat. Berkonsep pasar malam di Pasar Seni Gabusan pada 18-19 Agustus 2017 mendatang, event juga akan diramaikan dengan beragam item kegiatan.

Rencananya akan ada 1.500 motor antik yang dihadirkan pada event ini. Selain itu, ada pula pentas seni dan budaya yang bisa dinikmati oleh masyarakat umum.

“Terkhusus untuk pecinta fotografi, kami akan juga akan menggelar kompetisi fotografi. Di mana lombanya terbagi atas dua,” kata Ketua Panitia Djogjantique Day 2017, Sandro.

Pertama adalah lomba foto untuk sosial media, yaitu dengan cara mengabadikan gambar selama kegiatan lalu memngunggahnya ke akun instagram. Peserta cukup memberi hashtag atau tagar yang sudah ditentukan panitia.

“Setelah diunggah di akun masing-masing silahkan menandai akun instagram oficial kami di @djogjantiqueday. Informasi lainnya juga bisa didapatkan di sana,” jelasnya.

Selain lomba foto kategori sosial media, ada pula lomba foto kategori proesional. Untuk lomba foto profesional ini, akan digelar pada 18 Agustus setelah acara pembukaan yang akan dibuka dengan kirab fashion.

Pemenang lomba fotografi kata Sandro, akan memperebutkan piala yang akan dibeikan langsung oleh Pakualaman X yang turut mendukung acara ini.

Wakil Ketua MAC Yogyakarta Ardi Sincan menambahkan, acara ini akan mendatangkan para pecinta motor antik. Tak hanya dari wilayah Yogyakarta, melainkan dari seluruh wilayah tanah air.

“Dari sisi humanisnya adalah kita dengan adanya teman-teman yang hadir ke Yogya, otomatis ingin mengembangkan pariwisata yang tentunya untuk menunjang perekonomian,” ungkapnya.

Selain itu MAC Yogyakarta juga ingin menyuarakan bahwa selain bermotor, mereka juga aktivitas kreatif. Pihaknya ingin membangun itra bahwa bermotor itu tidaklah buruk

“Karena kita punya program-program yang mengangkat tentang kemanusiaan,” terang Ardi.

(dien)

Baca Juga