Dunia

Hina Raja Thailand, Seorang Wanita Tunanetra Diterungku 18 Bulan

POJOKJOGJA – Nurhayati Masoe (23) seorang wanita tunanetra terpaksa menjalani hidupnya di penjara selama 18 bulan.

Wanita yang berasal dari provinsi Yala yang berpenduduk mayoritas muslim tersebut dijatuhi hukuman penjara karena dinilai menghina keluarga kerajaan di Facebook.

Masoe mengunggah kutipan dari sebuah artikel yang ia dengar dari aplikasi radio untuk tunanetra ke sosial media Facebook. Hal itu dilakukannya pada Oktober 2016 lalu.

“Hakim mengatakan bahwa mereka bersimpati kepada terdakwa karena kondisinya namun tidak dapat menarik kembali hukuman tersebut karena dia melakukan pelanggaran serius,” kata pengacaranya, Kaosar Aleemama, seperti dikutip Daily Mail Jumat, 5 Januari 2017.

Kaosar mengatakan bahwa kliennya sebenarnya dijatuhi hukuman penjara selama 3 tahun namun karena terdakwa mengakui kesalahannya, maka hukumannya dikurangi menjadi 18 bulan.

Seperti diketahui, Thailand memang ketat dalam menanggapi kritikus terhadap monarki. Hal tersebut bahkan diatur dalam undang-undang mengenai lese majeste yaitu melarang keras siapapun yang mengkritik raja, ratu dan ahli waris.

Hukuman untuk pelaku yang terbukti bersalah bisa mencapai kurungan 15 tahun penjara.

Nuhurhayati menjalani hukuman di penjara provinsi di Yala, provinsi paling selatan di Thailand yang menjadi basis pemberontak Muslim.

(Rin)

Baca Juga