Pojok Jogja

Hari Kedua Pembebasan Lahan Bandara Kulon Progo, 10 Orang Terluka 4 Ditangkap

POJOKJOGJA, Kulon Progo – Hari kedua proses pembebasan lahan proyek pembangunan Bandara Kulon Progo atau New Yogyakarta International Airport (NYIA) kembali diwarnai kericuhan.

Warga yang termasuk dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP-KP) di Kecamatan Temon, dibantu relawan masih bersih keras untuk tetap mempertahankan lahannya yang diakui tidak pernah dijual pada pihak PT Angkasa Pura I.

Koordinator Lapangan Aksi Solidaritas Tolak Penggusuran Kulon Progo, Himawan Kurniadi mengatakan, berawal sejak pukul 10.15 WIB, aparat menggelar apel dan menyampaikan target pengosongan lahan paksa di Desa Glagah.

Kemudian pada pukul 10.35 WIB, aparat dan pihak Angkasa Pura I bergegas menuju Desa Glagah. Menyusul alat berat yang mulai merobohkan pohon dan tegalan warga.

“Sekitar pukul 11.15 warga mencoba menghalangi alat berat yang mencoba merusak lahan warga yang masih berstatus hak milik,” jelas Himawan, Selasa, 9 Januari 2018.

Tak lama setelah itu, aksi saling dorong antara warga dan aparat pun terjadi. Himawan menjelaskan, tindakan yang tidak mengenakkan juga ditunjukkan oleh salah seorang aparat kepolisian.

Salah satu aparat kata dia, mengacungkan jari tengahnya dan mengarahkan kepada warga yang berusaha mempertahankan lahannya. Hal tersebut kemudian memicu bentrokan antara warga dan aparat.

“Itu terekam jelas dalam video yang sempat didokumentasikan teman-teman. Sikap aparat semakin represif, mereka kemudian mendorong lalu memukul warga dan relawan,” ungkap Himawan.

Akibat kericuhan itu, diketahui empat orang relawan yang diamankan oleh pihak kepolisian. Mereka di antaranya Heidar, Rozak, Zaki, dan satu orang yang belum diketahui namanya.

“Sementara inj, secara total ada 10 orang yang mengalami luka. Dari relawan di antaranya, Heron, Wahyu Tri, Sri Antoro, Medi, Rozak, Zaki, Haidar. Lalu dari warga ada Ibu Ponirah, Arif, Sumiyo,” terang Himawan.

(dien)

Baca Juga