Pojok Jogja

DLH Yogyakarta-Satpol PP Tangkap Basah Pembuang Sampah Liar

POJOKJOGJA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berhasil menjaring sejumlah orang yang melakukan aksi huang sampah sembarangan.

Operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan pada Rabu, 21 Februari 2018 di sisi Selatan pasar Kotagede Yogyakarta. Padahal pihak DLH telah menyediakan tempat pembuangan sampah (TPS).

Kepala DLH Kota Yogyakarta Suyono mengatakan, mengatakan masyarakat yang berhasil kena OTT itu tidak ditahan melainkan diberikan pembinaan.

“Oleh petugas mereka diberikan peringatan saja, kemudian diantar menuju TPS resmi yang disediakan oleh DLH di wilayah Kemasan Basen Kotagede atau lebih dikenal dengan TPS Pegadaian,” jelasnya.

Suyono, menjelaskan lokasi yang biasa digunakan warga untuk membuang sampah secara liar sudah ada sejak lama. Namun, DLH sudah membongkar dan melarang warga untuk membuang sampah di tempat tersebut.

DLH kata dia sudah membuatkan TPS di samping kantor Pengadaian wilayah Kemasan, Basen Kotagede. Larangan berupa tulisan juga sudah dipasang.

“Kami berharap dengan didirikannya TPS  di Kemasan, warga bisa membuang sampah mereka kesana. Ternyata, warga masih saja membuang sampah di tempat lama,” kata Suyono.

Mirisnya para pembuang sampah bukan saja dari warga sekitarnya tetapi warga dari luar. Sebab lokasi pembuangan sampah tersebut berada di daerah perbatasan.

Bisa jadi kata Suyono, yang membuang sampah di kawasan itu didominasi masyarakat luar. Hal itu kemudian menjadi efek domino yang membuat masyarakat setempat juga membuang sampah.

Olehnya itu, hari ini bertepatan dengan hari peduli sampah nasional (HPSN) pihaknya melakukan OTT terhadap masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya.

Kegiatan tersebut juga dilakukan sebagai bentuk sosiali agar masyarakat bisa lebih sasar untuk membuang sampah di tempat yang sudah disediakan.

“Kami berharap kegiatan yang disebut OTT Sampah ini bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut Suyono menjelaskan, OTT yang dimaksud dalam hal ini bukan tindakan menangkap atau orang yang membuang sampah tetapi lebih kepada kegiatan membersihkan.

(dien)

Baca Juga