Pojok Jogja

DIY Terima Sertifikat Warisan Budaya Bukan Benda Terbanyak di Indonesia 

POJOKJOGJA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menetapkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai daerah yang memiliki warisan budaya tak benda terbanyak di Indonesia.

Sebanyak 18 warisan budaya tak benda yang dimiliki DIY dari 150 warisan yang ada di seluruh Indonesia. Penetapan itu, dilakukan dalam bentuk pemberian sertifikat dari Kemendikbud.

“Yogyakarta menyumbang 18 warisan budaya mulai dari tari seperti Wayang Topeng Pedalangan, tradisi seperti Tata Cara Palakrama Yogyakarta, busana seperti Blangkon Yogyakarta, dan makanan seperti Wedang Uwuh,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Ia mengatakan, pemberian sertifikat ini diharap agar provinsi sebagai pemilik kebudayaan daerah yang lain terpacu untuk mengusulkan kekayaan budayanya untuk ditetapkan pelestariannya.

Tujuannya kata Muhadjir untuk memelihara, mengembangkan, dan mempromosikan khazanah budaya yang ada di Indonesia.

“Baik itu berupa benda maupun bukan berupa benda. Ini salah satu bentuk promosi kekayaan budaya kita,” katanya, Rabu, 4 Oktober 2017 pada Perayaan dan Pemberian Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda 2017 di Gedung Kesenian Jakarta.

Acara yang pernah digelar sejak 2013, telah menetapkan sebanyak 594 Warisan Budaya Tak Benda. Semnatara pada 2017 ini, ada 416 usulan yang masuk melalui sidang penetapan warisan budaya tak benda.

“Sidang itu dilakukan pada 21 sampai 24 Agustus 2017 di Jakarta, hingga kemudian ditetapkan ada 150 di antaranya,” tambah Muhadjir.

Ia menjelaskan, pemberian status Budaya Tak Benda menjadi Warisan Budaya Tak Benda didasarkan pada lima unsur yaitu tradisi dan ekspresi lisan, seni pertunjukkan, adat istiadat masyarakat, pengetahuan kebiasaan mengenai alam semesta, dan kemahiran kerajinan tradisional.

Oehnya itu lanjut Muhadjir, penetapan ini telah melakukan kerja sama dengan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

“Semuanya dilakukan untuk mencari dan menggali khazanah budaya kita yang mungkin sudah terpendam, kita angkat kembali sebagai warisan,” terangnya.

Penetapan Warisan Budaya Tak Benda sendiri merupakan bagian dari apresiasi negara terhadap kebudayaan, yang selaras dengan UU No. 5/2017 tentang pemajuan kebudayaan.

“Kebudayaan jadi modal utama kita menuju bangsa besar dengan karakter yang kuat, dan tidak akan goyah dengan cobaan,” tutupnya.

(dien) 

Baca Juga