Belanja

Disperindag Yogyakarta Mulai Terapkan E-Retribusi di Pasar Beringharjo

POJOKJOGJA – Pembayaran retribusi sevmcara elektronik atau e-retribusi akan diterapkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Yogyakarta. Penerapan itu akan diawali di Pasar Beringharjo.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Maryustion Tonang mengatakan, untuk permulaan e-retribusi ini hanya akan diterapkan bagi pedagang pasar di blokr barat Pasar Beringharjo.

“Penerapannya memang masih terbatas. Rencananya e-retribusi ini akan diluncurkan pertengahan Desember 2017, namun penerapannya masih terbatas,” katanya, Minggu, 3 Desember 2017.

Maryustion menyatakan, pembayaran e-retribusi baru akan diterapkan untuk sekitar 100 pedagang di Pasar Beringharjo sisi barat.

Menurutnya, sebagian besar pedagang yang menempati blok tersebut adalah pedagang besar dan rata-rata sudah memiliki rekening di bank.

“Untuk penerapan e-retribusi ini, kami akan bekerjasama dengan BPD DIY untuk melaksanakan pembayaran retribusi secara elektronik tersebut,” jelas Maryustion.

Ia menjelaskan, nantinya setiap pedagang harus memiliki “e-money” yang dikeluarkan oleh BPD DIY untuk bisa mengakses pembayaran retribusi secara elektronik.

Jadi lanjut Maryustion, untuk membayar retribusinya, pedagang tinggal menempelkan ‘e-money’ di mesin khusus yang disediakan.

“Kita berharap pembayaran retribusi secara elektronik ini bisa memudahkan pedagang untuk memenuhi kewajiban mereka dan memudahkan pemerintah melakukan pencatatan dari penerimaan retribusi,” harapnta.

Sistem ini kata dia, juga diharap akan terus dikembangkan sehingga akan ada lebih banyak pedagang yang memanfaatkan pembayaran retribusi secara elektronik.

Berdasarkan data Disperindag, di Kota Yogyakarta ada sekitar 14.000 pedagang yang menempati 30 pasar tradisional. Saat ini, seluruh pembayaran retribusi masih dilakukan secara tunai melalui petugas pungut yang rutin melakukan pemungutan retribusi ke pedagang.

Meski penerapan e-retribusi sudah akann dilakukan, namun kata Maryustion pihaknya masih akan melayani pembayaran retribusi secara tunai karena tidak semua pedagang pasar memahami perbankan.

“Memang untuk mengubah cara pandang pedagang membutuhkan waktu. Tidak semua pedagang memiliki pemahaman yang baik tentang bank dan berbagai layanannya,” ungkapnya.

Jadi, untuk memudahkan pencatatan retribusi pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan lebih banyak menerapkan sistem “quick response (QR) code” di tiap kartu retribusi pedagang.

Selain itu Maryustion menyatakannanntinya , kartu retribusi akan dilengkapi dengan ‘QR code’. Petugas pemungut tinggal melakukan pemindaian kartu setelah pedagang membayar retribusi.

Harapannya, agar pencatatan akan lebih mudah dan pendapatan yang masuk akan langsung diketahui secara ‘real time’.

(nis)

Baca Juga