Pojok Jogja

Diklaim Bertaraf Internasional, Ini Keunggulan Toilet Bawah Tanah Yogyakarta

POJOKJOGJA – Inovasi terbaru kembali dihadrikan di Yogyakarta, kali ini berupa toilet bawah tanah (underground). Toilet bukan sekadar toilet. Toilet underground ini disebut-sebut bertaraf internasional.

Toilet tersebut berada di depan Kantor Bank Indonesia (BI) Yogyakarta di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta.

Setelah melalui proses pembangunan selama 10 bulan pada Maret hingga Desember 2017 lalu, toilet tersebut akhirnya diresmikan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

Haryadi mengatakan, seluruh fasilitas yang ada dalam toilet underground tersebut sangat mendukung untuk menjadikannya toilet bertaraf internasional.

“Pada toilet ini terdiri dari 12 kamar untuk putri dan enam kamar untuk putra. Toilet ini pun bisa diakses oleh semua orang, karena di toilet ini telah disediakan toilet model jongkok, duduk, dan tempat khusus buang air kecil,” ungkapnya.

Tak hanya itu, toilet underground ini juga ramah untuk penyandang difabel. Hal itu terlihat dengan adanya lift wheelchair atau lift untuk pengguna kursi roda.

Ada pula fasilitas ruang laktasi khusus ibu menyusui dan kamera pengawas. Toilet yang menghabiskan anggaran Rp 5 miliar ini juga menggunakan teknologi ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah.

“Jadi, proses pengolahan limbah toilet tidak sekadar dibuang ke dalam tanah seperti layaknya septiktank pada umumnya. Tetapi, di bawah tanah limbah akan diolah melalui instalasi pembuangan air limbah (IPAL),” jelas Haryadi.

Berbagai ornamen yang menunjukkan cirinkhas Yogyakarta juga ditampilkan dalam toilet underground. Konsep tersebut kata Haryadi, sekaligus untuk menyampaikan pesan dan cerita bagi setiap orang yang sedang menggunakan fasilitas toilet.

Dengan begitu lanjutnya lagi, toilet tersebut tak sekadar menjadi sarana buang hajat saja. Tapi tersirat makna dan informasi seputar kearifan lokal Kota Yogyakarta bagi pengunjungnya.

“Sudah tepat toilet underground ini dibangun di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta yang notabene merupakan kawasan wisata. Di sekitar lokasi itu banyak orang yang membutuhkanya,” jelasnya.

Bersama Sultan HB X, Haryadi juga menjajal fasilitas bagi difable yaitu lift wheelchair dengan meluncur dari atas ke bawah. Fasilitas ini diperuntukkan khusus bagi para penyandang difable yang akan masuk ke toilet bawah tersebut.

Untuk saat ini toilet masih digratiskan sampai sudah ada regulasi terkait dengan penentuan tarif. Karena penentuan tarif perlu ada SK Gubernur untuk memberlakukan tarif. Untuk tahun pertama masik dikelola Pemda DIY dan nanti bisa bekerjasama dengan pihak ketiga untuk pengelolaannya.

Walikota optimistis, keberadaan toilet bertaraf internasional di objek wisata bakal memberikan nilai tambah bagi destinasi itu sendiri. Demikian pula objek-objek wisata lain di Kota Yogyakarta.

Sebelum meresmikan toilet underground, Gubernur dan Walikota Yogya juga meresmikan revitalisasi pedestrian Malioboro tahap II yang dimulai dari depan Pasar Beringharjo hingga Kawasan Titik Nol dan depan Gedung Agung.

(dien)

Baca Juga