Nasional

Cuti Lebaran Tetap 7 Hari, Ini Penjelasan Puan Maharani

POJOKJOGJA – Cuti lebaran tetap tujuh hari. Keputusan tersebut berdasar dari Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang ditandatangani pada 18 April 2018 lalu.

SKB tersebut ditandatangani oleh Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Agama, yang berisi cuti bersama sebanyak tujuh hari yakni 11- 14 Juni dan 18 – 20 Juni 2018.

Menanggapi hal tersebut, Menko Puan mengatakan SKB tersebut sebagai tanggapan dari berbagai aspirasi dari berbagai aspek sosial, ekonomi hingga aspek keamanan.

Dari aspek sosial, kata Puan, pemerintah mempertimbangkan kemacetan arus mudik lebaran 2018.

Dan untuk aspek ekonomi, pemerintah juga mendengar aspirasi dari berbagai pihak seperti KADIN, Apindo, Bursa Efek Indonesia agar tetap dapat menciptakan kondisi perekonomian yang tetap kondusif.

Lebih lanjut, Menko Puan mengatakan, pascapenetapan SKB tersebut, pemerintah telah melakukan serangkaian proses pembahasan, pertimbangan, dan mendengar aspirasi masyarakat. Beberapa hal yang dibahas yakni;

Pertama, pemerintah memastikan bahwa pelayanan yang mencakup kepentingan masyarakat luas, seperti rumah sakit, listrik, air bersih/minum, perbankan, imigrasi, dan lainnya tetap berjalan seperti biasa.

Kedua, setiap kementerian/lembaga akan menugaskan pegawai yang tetap bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ketiga, PNS/ASN yang tetap bekerja untuk melayani masyarakat pada saat cuti bersama, dapat mengambil cuti di waktu lain tanpa mengurangi hak cuti tahunannya.

Keempat, transaksi Pasar Modal dan Bursa akan dibuka pada tanggal 20 Juni 2018. Ketentuan Pelayanan Perbankan akan diatur oleh Bank Indonesia.

(rin)

Baca Juga