Pojok Jogja

Curah Hujan Paling Tinggi Diprediksi Terjadi di Desember

POJOKJOGJA – Memasuki musim penghujan sejak September lalu, curah hujan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta masih terbilang rendah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi curah hujan paling tinggi akan terjadi pada Desember mendatang.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Stasiun Klimatologi Radar Cuaca BMKG DIY Djoko Budiyono.

“Puncak musim hujan tahun ini diprediksi terjadi pada Desember mendatang. Seluruh wilayah DIY akan terkena dampaknya,” katanya, Kamis, 12 Oktober 2017.

Ia menjelaskan, curah hujan bulanan yang terjadi di DIY secara
umum pada Desember mendatang berkisar di atas 300 mm/bulan.

Hal itu kata Djoko akan termasuk dalam kategori tinggi. Meski begitu, ia menyatakan secara umum kondisi cuaca di DIY saat ini tidak seekstrem pada 2016 lalu.

Dibandingkan dengan kondisi 2016 lalu kata Djoko, curah hujan pada akhir 2017 mendatang ini jumlahnya lebih sedikit.

“Hal itu karena pada 2016 terjadi gangguan cuaca La Nina, yang mendukung terjadinya hujan lebih besar dari normalnya,” terangnya.

Sementara, pada 2017 kondisi iklim diprediksi dalam keadaan normal. Tidak muncul La Nina ataupun El Nino.

Olehnya itu BMKG tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan terutama pada Desember mendatang.

“Ya, karena di bulan itu curah hujan bulanan cukup tinggi. Terutama untuk wilayah bagian utara DIY seperti Sleman utara dan Kulon Progo utara mengingat wilayahnya lebih tinggi dibandingkan bagian selatan DIY,” ungkapnya.

Selain itu kata Djoko, masyarakat juga diminta waspada terhadap ancaman banjir dan tanah longsor.

(dien)

Baca Juga